Kompas.com - 13/05/2020, 11:42 WIB
Louis Vuitton Store di Nashville HypebeastLouis Vuitton Store di Nashville

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat bisnis berbagai industri tiarap, tak terkecuali industri barang mewah.

Bain & Company, konsultan manajemen yang berkantor pusat di Boston, AS, baru-baru ini merilis laporan terbaru berjudul "Bain & Company Luxury Study 2020 Spring Update."

Diterbitkan dalam kemitraan dengan Altagamma, sebuah yayasan yang mewakili produsen barang mewah Italia, laporan ini menggambarkan efek jangka panjang dari pandemi virus corona yang sedang berlangsung.

Korporasi besar serta pengecer barang mewah sama-sama telah mendapat efek dari penyebaran global virus ini karena pembelian barang fashion dianggap bukan kebutuhan yang penting di masa pandemi.

Bain memperkirakan, penjualan barang mewah merosot 25 persen pada kuartal pertama 2020 dan akan terus menurun pada akhir tahun sebanyak 35 persen lebih rendah dari tahun 2019.

Studi ini memprediksi, penjualan akhir tahun akan berada di kisaran 195 miliar hingga 239 miliar dollar AS.

"Akan ada pemulihan untuk pasar barang mewah tetapi industri akan berubah secara mendalam," kata Claudia D'Arpizio, salah satu mitra Bain dan penulis utama studi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Krisis virus corona akan memaksa industri berpikir lebih kreatif dan berinovasi lebih cepat untuk memenuhi sejumlah permintaan konsumen baru dan kendala saluran."

Baca juga: Maret 2020, Penjualan Eceran Merosot

Meskipun awal tahun ini ada penjualan yang kuat di China, Eropa, dan AS, kebijakan lockdown memengaruhi sektor pariwisata, salah satu faktor utama dalam penjualan barang mewah.

Hal ini menyurutkan ekspektasi positif di awal tahun 2020, dan juga berlaku untuk merek sportswear.

Selain itu, Bain & Company memperkirakan tingkat penjualan 2019 tidak akan tercapai hingga 2022 atau bahkan 2023. Baru setelah itu pertumbuhan akan berlanjut secara bertahap.

Studi ini menyebut, ekspektasi didasarkan pada sejumlah faktor, mulai kemampuan merek untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen, tren ekonomi, pariwisata dan banyak lagi.

Salah satu elemen yang sangat diyakini Bain adalah kebutuhan konsumen China akan barang-barang mewah.

Mereka memperkirakan, hampir 50 persen pembelian barang mewah baru akan terjadi pada tahun 2025, naik dari 35 persen pada tahun 2019.

Baca juga: Ini Daftar Kota Termahal untuk Beli Barang Mewah, Jakarta Urutan Berapa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.