Kompas.com - 19/05/2020, 21:12 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Berolahraga di ruang tertutup saat ini tidak dianjurkan, karena hal itu dapat memicu penyebaran virus corona.

Seperti yang terjadi di Korea Selatan, di mana satu workshop kebugaran tari memicu 112 kasus Covid-19, menurut sebuah laporan.

Pada awal Februari, sekelompok instruktur kebugaran tari di Korea Selatan bertemu untuk sesi empat jam aerobik intens dengan 27 orang di ruang kecil.

Baca juga: 3 Tempat yang Harus Dihindari Saat Masa Karantina Usai

Tanpa diketahui, di antara mereka ada 8 peserta terinfeksi virus corona, namun belum menunjukkan gejala.

Kurang dari sebulan, virus tersebut telah menginfeksi 112 orang di 12 fasilitas kebugaran yang berbeda di wilayah itu, semuanya terkait kelas kebugaran tari, menurut laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Pelacak kontak mengaitkan merebaknya kasus itu dengan instruktur dari workshop di bulan Februari, yang mengajar dengan menunjukkan gejala Covid-19 ringan, seperti batuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar 50 persen dari 112 kasus ditemukan telah ditransmisikan dari instruktur kepada siswa. Sebanyak 54 siswa dari 214 yang ditemukan terpapar di kelas, atau tingkat infeksi 26 persen, menurut laporan.

Rata-rata, siswa mulai mengalami gejala sekitar 3,5 hari setelah menghadiri kelas kebugaran tari, kata para peneliti.

Kasus lainnya terkait dengan instruktur yang terinfeksi dan siswa yang menyebarkan penyakit ke keluarga, teman-teman lain, dan rekan kerja.

Baca juga: Jalan Kaki, Olahraga Terbaik Selama Masa Karantina di Tengah Pandemi

Penelitian telah menemukan, orang dapat menularkan dan menyebarkan Covid-19 tanpa menunjukkan gejala, dan dalam laporan ini, lebih dari 25 persen kasus tidak menunjukkan gejala.

Penulis laporan menyebut, kelas kebugaran kelompok bisa menjadi kegiatan berisiko, menyebabkan wabah meskipun peserta di kelas hanya bertemu selama 50 menit, dua kali seminggu, dan tidak memiliki kontak lain di luar kelas.

Secara khusus, udara hangat dan lembap dari banyak orang yang berkeringat di ruang kecil dikombinasikan dengan aliran udara dari gerakan aerobik, bisa membuat proses transmisi partikel virus lebih mudah.

Kelas tari masing-masing memiliki antara 5 hingga 22 siswa.

Baca juga: Mungkinkah AC Meningkatkan Penyebaran Virus Corona?

Menariknya, laporan itu juga menemukan, kelas yoga dan pilates yang diadakan pada saat yang sama tidak terkait kasus virus corona.

Ukuran kelas yang lebih sedikit (antara 7-8 orang) dan gaya gerakan yang lebih lambat bisa jadi telah menurunkan risiko virus, demikian teori para peneliti.

Namun, penelitian ini tidak sepenuhnya memperhitungkan semua orang yang menghadiri kelas atau fasilitas kebugaran, dan bisa jadi mengabaikan jumlah infeksi.

Dengan demikian, para peneliti merekomendasikan orang-orang menghindari kegiatan berkeringat di ruang tertutup, bahkan bersama kelompok kecil untuk menghindari atau menyebarkan virus corona.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona Saat Olahraga, Bagaimana Caranya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.