Tantangan Berolahraga Bagi Pria Berusia 40 Tahun Ke Atas

Kompas.com - 17/06/2020, 18:44 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sebagai pria, kita tentunya ingin mempertahankan kekuatan meski telah berusia di atas 40 tahun.

Namun kita harus ingat, di usia tersebut kondisi tubuh berubah, jadi pendekatan mental yang diambil untuk berolahraga juga perlu kita sesuaikan.

Saat kita berencana melanjutkan workout, ada beberapa tantangan yang mungkin tidak kita temukan di usia muda.

Menurut Kirk Charles, penulis, model fitnes, dan pelatih, usia bukan hambatan untuk menghalangi kita menjadi yang terbaik dalam olahraga.

Ia menyebutkan ada tiga tantangan utama dalam berolahraga bagi orang-orang yang berusia di atas 40 tahun.

1. Kekuatan fisik berkurang

Suka atau tidak, hal ini bakal kita alami setelah usia 40 tahun. Kuncinya adalah mengetahui kapan harus menguji diri melawan orang yang lebih muda dan kapan waktunya mundur karena alasan keamanan.

Mungkin saja kita pernah menjadi yang terbaik di sebuah gym, namun sekarang kondisinya telah berubah.

Sibuk mengurus istri dan anak, ditambah karier yang tengah melambung, akan membuat waktu latihan kita berkurang. Karena itu jangan terlalu memaksakan diri saat berolahraga.

Cobalah menjadi lebih bijaksana dalam memilih berat beban dan repetisi (mengulang gerakan latihan), dan jangan melibatkan diri kita dalam kontes adu otot melawan mereka yang lebih muda.

2. Waktu pemulihan setelah berolahraga bisa lebih lama

Memulihkan diri usai berolahraga mungkin adalah hal kecil saat kita ada di usia 20-an. Namun menginjak usia 40, kondisinya pasti berbeda.

Jika satu hari pemulihan tidak cukup setelah sesi latihan keras, ambil waktu dua hari.

Selama waktu pemulihan, lakukan peregangan, hal yang mungkin tabu saat kita masih di usia 20-an.

Yoga atau pilates bisa jadi pilihan untuk pemulihan tubuh. Semua itu menyenangkan dan dapat bermanfaat bagi pria, terutama mereka yang membangun otot.

Kegiatan ini dapat meningkatkan fleksibilitas, mobilitas, dan keseimbangan kita. Selain itu, yoga dan pilates akan menguji kekuatan dan daya tahan kita dengan cara tertentu.

3. Perlu melakukan pemanasan dengan benar

Pemanasan bisa jadi sulit karena waktu latihan yang mungkin terbatas. Namun seiring bertambahnya usia, pemanasan menjadi hal yang harus dimasukkan dalam latihan.

Cara terbaik adalah memulai dengan senam ringan untuk membuat darah mengalir, meregangkan otot-otot, kemudian memulai latihan kekuatan.

Dengan ketiga tantangan tersebut, berolahraga di usia 40-an pastinya akan menyenangkan dan efektif.

Ingat, tujuan kita harus selalu mengutamakan keselamatan dan pencegahan cedera. Lakukan dengan cara cerdas dan nikmati latihan kita.

Baca juga: Rahasia Tubuh Berotot Mark Wahlberg di Usia 48 Tahun



Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X