Tips Naik Ojek Selama New Normal untuk Hindari Penularan Virus

Kompas.com - 18/06/2020, 15:40 WIB
Protokol Kesehatan Naik Ojek Online KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoProtokol Kesehatan Naik Ojek Online
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Naik ojek online atau "pangkalan" selama fase new normal, tidak boleh dilakukan sembarangan. Ingatlah, virus corona Covid-19 masih "gentayangan".

Maka dari itu, ada beberapa aturan naik ojek yang penting untuk diikuti, agar terhindar dari penyebaran virus mematikan itu.

Setiap kali ingin keluar rumah, ingatlah bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Sudah ada lebih dari 33.000 kasus virus corona yang terkonfimasi di Tanah Air.

Bagi yang ingin berkegiatan di luar rumah karena harus mencari nafkah, jadikan angka kasus Covid-19 di Indonesia sebagai motivasi untuk lebih menjaga diri, guna terhindar dari penularannya.

Sama halnya ketika ingin naik ojek, ada beberapa tips dan peraturan yang sebaiknya diikuti demi menjaga kesehatan diri.

1. Memakai masker

Memakai masker adalah kewajiban yang harus diingat selama bepergian. Jangankan naik ojek, keluar rumah untuk sekadar keliling kompleks saja, kamu tetap disarankan untuk menggunakan masker kain, atau masker medis untuk lansia di atas 60 tahun.

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), telah merilis panduan menggunakan masker yang tepat agar terhindar dari virus corona, sebagai berikut ini.

  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyentuh masker.
  • Pastikan masker dalam kondisi bersih dan tidak rusak.
  • Gunakan masker sampai benar-benar tidak ada celah
  • Pastikan bahwa mulut, hidung, hingga dagu sudah tertutup dengan masker.
  • Hindari menyentuh masker.
  • Bersihkan tangan sebelum membuka masker.
  • Bukalah masker dengan menarik tali yang ada di belakang telinga.
  • Jika ingin menggunakannya lagi, masukkan masker ke dalam plastik. Kemudian, kamu juga harus mencuci masker kain dengan detergen dan air hangat.

Baca juga: Mitos Fakta Memakai Masker untuk Beraktivitas di Era New Normal

2. Membawa helm sendiri

Bukannya berprasangka buruk, tapi membawa helm sendiri dianggap lebih bijak dibandingkan menggunakan helm yang disediakan oleh tukang ojek. Semuanya demi menjaga kesehatan diri sendiri, sekaligus tukang ojek yang mengantar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X