Kompas.com - 03/07/2020, 18:25 WIB
Ilustrasi pap smear. ShutterstockIlustrasi pap smear.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pap smear adalah prosedur pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya kelainan di sel-sel mulut rahim yang dapat mengarah kepada penyakit kanker mulut rahim atau kanker serviks.

Pap smear idealnya dilakukan secara berkala. Menurut Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan, Dr. Valencia Astri Yuwono, B.Med. Sc, Sp.OG, bagi perempuan berusia 21-29 tahun, pap smear dianjurkan tiga tahun sekali.

Hasil pap smear menentukan tindakan selanjutnya, termasuk berapa kali pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan.

Lalu, apa hal-hal yang tidak boleh dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan pap smear?

Valencia menjelaskan, pap smear dilakukan untuk mengambil sel-sel mulut rahim yang sudah terkelupas.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan melakukan tindakan yang dapat menghilangkan sel-sel yang terkelupas tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Contohnya berhubungan seks. Kalau terkena gesekan penis atau cairan ejakulasi otomatis terbuang."

Hal itu diungkapkan oleh Valencia dalam IG Live bersama Eka Hospital BSD, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, pasien juga tidak boleh dalam masa menstruasi dan bebas dari darah haid. Hindari pula melakukan douching atau pembersihan vagina hingga ke dalam karena itu juga akan mengeluarkan lendir di dalam vagina.

"Sehingga pada saat datang ke dokter kandungan lendir itu bisa diambil," tuturnya.

Baca juga: Belajar dari Penyakit Jupe, Suami Wajib Ingatkan Istri Pap Smear

Setelah melakukan pap smear, dokter akan memberi tahu kepada pasien untuk tidak khawatir jika menemukan flek atau darah kecokelatan.

Flek semacam itu normal terjadi karena salah satu alat yang digunakan ketika pap smear adalah cytobrush. Penggunaan cytobrush akan membuat iritasi atau sedikit melukai mulut rahim.

Itulah mengapa pasien biasa menemukan flek atau darah kecokelatan setelah menjalani pemeriksaan pap smear.

"Kalau nge-flek kecokelatan sebenarnya masih enggak apa-apa. Beraktivitas biasa saja," kata Valencia.

Ia juga mengingatkan agar pasien tidak terlalu takut hingga pada akhirnya enggan mengambil hasil pap smear. Pada umumnya, hasil dapat diambil satu minggu setelah pemeriksaan.

"Jangan lupa ambil hasilnya. Kalau ada lesi-prakanker derajat ringan, sedang atau berat, dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.