Pahami 5 Mitos Salah tentang Masker dan Faktanya

Kompas.com - 12/07/2020, 21:59 WIB
Ilustrasi masker kain Bill RoqueIlustrasi masker kain

KOMPAS.com - Sejak Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan bahwa semua orang harus memakai masker wajah setiap keluar rumah untuk mengurangi penyebaran Covid-19, ada banyak perdebatan yang muncul terkait masker wajah.

Masker wajah yang terbuat dari kain tidak sama dengan masker bedah atau masker respirator N95, yang digunakan oleh pekerja medis yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

Meski demikian, tidak berarti masker kain tidak layak dipakai.

Baca juga: Perlukah Memakai Masker Saat Berada di Dalam Mobil?

Aaron Hamilton, MD, meluruskan beberapa mitos salah yang beredar di masyarakat tentang masker wajah.

Mitos # 1: Mengenakan masker kain tidak ada gunanya.

Mengenakan masker wajah dari kain buatan sendiri adalah cara mudah yang dapat membantu melindungi orang lain di keluarga dan lingkungan sekitar.

Virus corona diperkirakan terutama disebarkan melalui tetesan virus yang keluar dari hidung atau mulut orang ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara.

Masker kain bertindak sebagai penghalang fisik untuk mencegah tetesan tersebut melayang ke udara, di mana orang lain bisa menghirupnya dan menjadi terinfeksi.

Penelitian telah menunjukkan, bahwa masker kain mengurangi jumlah mikroorganisme yang dilepaskan seseorang ke udara.

Jadi, semakin banyak orang memakai masker di suatu daerah, semakin sedikit potensi tetesan virus menyebar, dan semakin sedikit risiko bahwa seseorang akan terkena virus.

Jika kamu memakai masker, itu juga akan menjaga kamu menyentuh hidung dan mulut, yang mana menurut para ahli, bisa menjadi cara lain virus masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Jangan Malas Ganti Masker, Waspadai Jamur

Mitos # 2: Jika saya tidak sakit, saya tidak perlu memakai masker.

Masalahnya adalah, kita telah mengetahui bahwa tidak semua orang yang terinfeksi virus corona menunjukkan gejala sakit.

Laporan dari Tiongkok menunjukkan, bahwa orang dapat terinfeksi Covid-19 tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Orang-orang ini kemudian tanpa sadar dapat menularkannya kepada orang lain ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara. Ini dianggap sebagai faktor utama dalam penyebaran cepat virus.

Jadi, karena kita tidak tahu pasti siapa yang terinfeksi, pilihan terbaik adalah melindungi diri kita dengan memakai masker.

Ini adalah tindakan yang berkontribusi terhadap kebaikan publik yang lebih besar. Itu menunjukkan bahwa kita saling peduli dan saling menjaga.

Baca juga: Yang Harus Diperhatikan Saat Memakai Masker di Tengah Cuaca Panas

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X