Kompas.com - 17/07/2020, 10:37 WIB
Ilustrasi. trioceanIlustrasi.

KOMPAS.com – Jika Anda pernah mengalami rasa mulas saat sedang cemas, berarti Anda memahami bahwa otak dan saluran cerna memiliki kaitan erat. Sistem saraf dan sistem pencernaan selalu berkomunikasi.

Hubungan tersebut sangat penting dalam fungsi tubuh, walau terkadang komunikasi itu bisa menyebabkan gejala tidak nyaman seperti sakit perut, sembelit, dan diare.

Bagaimana stres memengaruhi saluran cerna? Ketika kita makan, saraf di saluran cerna akan mengirimkan sinyal ke usus untuk berkontraksi dan mencerna makanan. Nah, ketika sedang stres, proses pencernaan itu bisa menjadi lambat.

Bila stres yang kita alami cukup berat atau berlangsung jangka panjang, gejala seperti sakit perut dan susah buang air besar pun menjadi kronik.

Kendati demikian, pada banyak kasus penyebab sembelit adalah apa yang kita makan. Walau klise, tapi saat stress kita cenderung mengasup makanan yang kurang sehat tapi enak demi mengalihkan perasaan.

Ini berarti kita akan memilih makanan tinggi kalori ketimbang makanan yang penuh serat. Akibatnya “urusan ke belakang” pun makin terganggu. Siklus ini seperti lingkaran setan.

Baca juga: Sembelit di Masa Karantina, Apa Solusinya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut laporan RISKESDAS 2018 disebutkan 95,4 persen masyarakat Indonesia kurang konsumsi serat seperti buah & sayur. Tak heran jika keluhan susah BAB dan gangguan pencernaan termasuk sering dialami.

“Dewasa ini bisa rutin BAB satu kali sehari saja sudah merupakan hal yang patut disyukuri,” kata Nida Nabilah S. Gz, ahli nutrisi dari FibreFirst.

Suplemen serat seperti Fibre first, menurut Nida, dapat menjadi pilihan jika kita sering mengalami sembelit karena kurang konsumsi serat. Suplemen ini cukup diminum satu kali sebelum tidur.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Hilna Khairunisa M.Gizi, kita harus memasukkan sumber serat dalam pola makan sehari-hari demi pencernaan sehat.

"Manfaat yang bisa didapatkan dari suplemen tergantung dari suplemen apa dan untuk tujuan apa, harus cocok, misalnya kurang konsumsi buah dan sayur setiap harinya karena kesibukan sehingga merasa pencernaan kurang sehat dan lancar, ya cocoknya jelas dong suplemen serat,” kata Hilna.

Selain suplemen, perbaiki juga pola makan dan aktivitas fisik. Menurut penelitian, olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda, bisa membantu mengurangi masalah sembelit.

Baca juga: Jalan Kaki Setelah Makan Benarkah Menyehatkan?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X