Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/07/2020, 08:31 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

Sumber Healthline

KOMPAS.com – Kita mungkin pernah mendengar nasihat agar tidak langsung duduk atau tiduran setelah makan agar pencernaan lancar.

Kini bahkan banyak orang yang memilih untuk jalan kaki sebentar setelah selesai makan karena didanggap berdampak positif bagi kesehatan.

Walau tidak ada studi yang secara khusus meneliti tentang efek jalan kaki setelah makan, namun secara umum aktivitas fisik memang berdampak positif.

Manfaat terbesar dari kebiasaan itu adalah melancarkan pencernaan. Gerakan tubuh dapat meningkatkan rangsangan pada lambung dan usus, sehingga makanan dapat bergerak dengan lancar.

Selain itu, olahraga intensitas sedang seperti jalan kaki setelah makan juga memiliki efek perlindungan pada saluran cerna. Aktivitas fisik ini juga disebut bisa melindungi dari penyakit tukak usus, heartburn, sembelit, dan sindrom iritasi usus besar.

Baca juga: 10 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Makan Daging Merah

Untuk orang yang menderita penyakit diabetes, aktivitas ringan ini juga dianggap membantu mengatur kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi. Manfaat menjaga kadar gula darah ini sebenarnya juga bisa dirasakan oleh orang yang sehat.

Manfaat lain yang tidak boleh diremehkan adalah membantu menurunkan berat badan jika dikombinasikan dengan pola makan sehat.

Walau efek negatif jalan kaki setelah makan hanya sedikit, tetapi ada satu yang menonjol yaitu rasa tidak nyaman pada perut, terutama rasa kembung dan bergas.

Kondisi itu terjadi ketika makanan yang baru diasup bergerak di usus, menciptakan lingkungan yang kurang ideal. Untuk mencegahnya, tunggulah 10-15 menit setelah makan sebelum mulai jalan kaki dan berjalanlah dalam intensitas rendah.

Baca juga: Meditasi dengan Jalan Kaki, Cara Gampang Dapatkan Ketenangan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com