Kewajiban Orangtua Terhadap Anak, Sudahkah Kita Penuhi?

Kompas.com - 23/07/2020, 06:46 WIB
Ilustrasi keluarga bahagia imtmphotoIlustrasi keluarga bahagia
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada tanggal 23 juli ini kita memperingati Hari Anak Nasional. Isu yang dikedepankan pada peringatan HAN tahun ini adalah melindungi anak Indonesia. Adapun tema yang dipilih, yakni "Anak Terlindungi, Indonesia Maju".

Terkait dengan tema itu, muncul pertanyaan sudahkah kita sebagai orangtua memenuhi kewajiban terhadap anak?

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan tumbuh kembang anak. Dalam hal ini, orangtua memegang peranan penting sehingga ada kewajiban orangtua terhadap anak yang harus dilakukan untuk menjamin anak selalu sehat, baik secara fisik maupun mental.

Kewajiban orangtua terhadap anak adalah berbagai hal yang harus dilakukan orangtua untuk menjamin pemenuhan hak anak di berbagai bidang.

Orangtua harus memastikan kehidupan anak berlangsung layak hingga anak tersebut mampu menghidupi dirinya sendiri.

Bukan hanya orangtua kandung yang berkewajiban memenuhi kewajiban ini. Begitu juga ketika orangtua memutuskan untuk bercerai, kebutuhan anak tetap wajib dipenuhi oleh kedua orangtua maupun orangtua tiri jika ada.

Apa saja kewajiban orangtua terhadap anak?

Di Indonesia, Kewajiban orangtua terhadap anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. UU tersebut merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 26 Undang-Undang tersebut mengatakan bahwa kewajiban orangtua terhadap anak mencakup empat hal, yaitu:

  • Mengasuh, memelihara, melindungi, dan mendidik anak
  • Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya
  • Mencegah anak menikah pada usia dini
  • Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti anak.

Dalam praktiknya, keempat poin kewajiban orangtua terhadap anak tersebut bisa dijabarkan kembali menjadi hal-hal yang lebih teknis, misalnya:

  • Menyediakan tempat tinggal yang baik bagi anak
  • Memberi anak makanan/minuman bergizi serta pakaian yang layak
  • Melindungi anak
  • Memastikan keamanan anak, termasuk barang miliknya
  • Mendisiplinkan anak
  • Memastikan kebutuhan finansial anak terpenuhi
  • Memilihkan bentuk pendidikan terbaik bagi anak
  • Memastikan anak selalu sehat dan membawanya ke fasilitas kesehatan yang baik.

Baca juga: Selain Menemani, Orangtua Harus Lakukan Ini Saat Bermain Bersama Anak

Kewajiban orangtua terhadap anak bukan hanya sebatas masalah materi, namun juga hal-hal yang sifatnya spiritual. Berikut beberapa contoh kewajiban yang dimaksud:

Membentuk kepribadian anak

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak dan di situlah ia akan belajar banyak soal karakter diri sendiri. Untuk itu, orangtua wajib menanamkan nilai-nilai moral yang baik lewat contoh yang baik pula agar dapat diteladani oleh anak.

Orangtua wajib menjamin kehidupan emosional anak dengan menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan penuh cinta kasih.

Sekalipun orangtua sudah bercerai, jangan sekalipun menunjukkan kebencian di depan anak agar kesehatan mentalnya tidak terganggu.

Mengajarkan nilai-nilai agama

Selain menanamkan nilai moral yang positif, kewajiban orangtua terhadap anak juga menanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak.

Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah mengajak anak ke tempat ibadah, mendengarkan ceramah agama, dan mengenalkan kitab suci pada anak sejak dini.

Mengajarkan nilai-nilai sosial

Pendidikan sosial keluarga adalah dasar yang sangat penting bagi anak untuk hidup bersosial. Dalam hal ini, kewajiban orangtua terhadap anak adalah menanamkan sikap tolong-menolong, menolong saudara atau tetangga yang sakit, tidak berbuat onar, dan selalu menjaga kebersihan.

Ketika orangtua tidak dapat memenuhi kewajibannya terhadap anak

Ada beberapa hal yang mungkin menghalangi orangtua untuk memenuhi kewajibannya terhadap anak, seperti meninggal dunia, tidak diketahui keberadaannya, dan lain-lain.

Jika hal ini terjadi, maka pemenuhan hak anak harus dilakukan oleh keluarga yang paling dekat, misalnya nenek/kakek maupun wali dan orangtua asuh yang memenuhi persyaratan sesuai undang-undang yang berlaku.

Ketika orangtua memutuskan untuk bercerai, kewajiban orangtua terhadap anak harus dikompromikan satu sama lain.

Kedua orangtua yang telah berpisah tetap harus memastikan anak setidaknya tidak kekurangan dalam hal finansial.

Dengan mengetahui kewajiban orangtua terhadap anak, kita diharapkan bisa memberikan yang terbaik untuk anak agar ia tumbuh dengan sehat dan gembira. Selamat hari Anak Nasional!

Baca juga: Bagaimana Mengajarkan Kejujuran Pada Anak?



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X