Kompas.com - 04/08/2020, 18:54 WIB
Ilustrasi makan bersama shutterstockIlustrasi makan bersama
Editor Wisnubrata

Apakah Anda dan keluarga terbiasa makan bersama? Atau mungkin karena beragam kesibukan dan jadwal yang berbeda-beda, Anda justru tidak bisa makan bersama keluarga?

Saat ini, memang sudah jarang ditemukan sebuah keluarga memiliki tradisi untuk makan bersama. Sulit mencari waktu untuk seluruh anggota keluarga secara bersama-sama seringkali menjadi alasannya.

Padahal, makan bersama keluarga ternyata memiliki segudang manfaat untuk Si Kecil, lho. Apa sajakah?

Cobalah meluangkan waktu sejenak untuk makan bersama keluarga, baik saat pagi hari atau saat makan malam. Makan bersama anak dan anggota keluarga lainnya bisa menawarkan berbagai manfaat berikut ini:

1. Mengenalkan berbagai jenis makanan pada anak

Jika selama ini anak makan sendiri atau ditemani oleh pengasuhnya, bisa saja ia seringkali tidak menghabiskan sayur atau nasinya.

Nah, dengan makan bersama, orangtua pun dapat memantau pola makan anak sehari-hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manfaat makan bersama keluarga, termasuk dengan anak-anak, orangtua jadi memiliki kesempatan untuk mengenalkan berbagai variasi makanan setiap harinya.

Dengan demikian, anak-anak dapat terhindar dari kelebihan berat badan dan kebiasaan pilih-pilih makanan.

Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2000 menunjukkan bahwa anak berusia 9-14 tahun yang selalu makan bersama keluarganya mengaku lebih doyan sayur dan buah. Mereka juga lebih jarang mengonsumsi makanan dan minuman tak sehat, seperti gorengan dan soda.

2. Mengendalikan porsi makan

Jika memasak untuk keluarga di rumah, kita tentu sudah memperkirakan seberapa banyak porsi yang tepat. Bila makanannya tidak habis pun bisa langsung dimasukkan dalam kulkas.

Sementara, jika makan di luar, porsi makanan yang disajikan biasanya terlalu banyak. Nah, karena harus membayar makanan tersebut, muncul dorongan untuk menghabiskannya daripada terbuang begitu saja, padahal kita bisa saja sudah kekenyangan.

Hal tersebut yang pada akhirnya dapat berisiko meningkatkan berat badan.

3. Meningkatkan komunikasi antara seluruh anggota keluarga

Makan bersama keluarga bisa memberi kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk berkomunikasi. Percakapan selama makan dapat memberi kesempatan bagi anggota keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain.

Selain itu, makan bersama juga memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk mendiskusikan topik yang serius dan menyenangkan. Dengan demikian, anak akan menjadi sosok komunikator yang baik.

Ilustrasi makan bersamamonkeybusinessimages Ilustrasi makan bersama
4. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak

Makan bersama keluarga membuat anak jadi tidak takut untuk bicara dengan kedua orangtuanya. Melalui momen tersebut, rasa percaya diri anak untuk bercerita atau berpendapat pun akan meningkat.

Anak pun bisa belajar bagaimana cara berbicara yang baik dengan anggota keluarga dan memilih kosa kata yang sopan kepada orang yang lebih tua.

Dengan ini, Si Kecil jadi tidak takut untuk bicara di depan orang banyak karena sudah cukup terlatih di dalam keluarga saat makan bersama.

5. Mengajarkan etika dan keterampilan pada anak di meja makan

Makan bersama keluarga juga dapat membantu mengajarkan etika yang baik pada anak-anak.

Pasalnya, anak-anak bisa belajar menjadi pendengar yang baik, menunggu sementara orang lain sedang berbicara, belajar untuk saling menghormati anggota keluarga lainnya, serta tidak mengeluarkan suara yang berisik ketika mengunyah makanan.

Selain itu, dengan makan bersama keluarga,orangtua dapat sekaligus mengajarkan keterampilan pada anak. Misalnya, dalam menyiapkan dan menyajikan makanan, serta mencuci piring ketika makan bersama telah selesai.

6. Mencegah perilaku berisiko pada anak

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Center of Addiction and Substance Abuse (CASA) di Amerika Serikat mengemukakan bahwa makan bersama anak dan orangtua bisa mencegah perilaku berisiko pada anak secara cukup signifikan.

Pada kasus-kasus tertentu anak yang tidak dibiasakan makan bersama dan kurang komunikasi dengan orangtuanya akan cenderung mempunyai perilaku yang negatif.

Ada kemungkinan risiko 3,5 kali anak-anak mencoba obat-obatan terlarang. Mereka juga 2,5 kali lebih mungkin mencoba merokok dan 1,5 kali lebih kemungkinan mencoba minum minuman beralkohol.

Para ahli percaya bahwa makan bersama keluarga bisa membantu orangtua mendeteksi kemungkinan anak-anak terjerumus pengaruh buruk sejak dini.

7. Melepas stres

Percaya atau tidak, jika Anda memiliki tuntutan pekerjaan, mencari waktu untuk makan bersama keluarga bisa membuat Anda menjadi rileks.

Para ahli dari Universitas Brigham Young melakukan studi terhadap pekerja dan menemukan bahwa orang yang duduk untuk makan bersama keluarga, bisa mengurangi ketegangannya dalam bekerja.

Meski kini seringkali terlewatkan, makan bersama keluarga ternyata memiliki segudang manfaat. Jadi, yuk, mulai luangkan waktu untuk makan bersama agar hubungan dengan anggota keluarga, terutama Si Kecil, dapat semakin erat!

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.