Kompas.com - 13/08/2020, 19:26 WIB
Ilustrasi Sepeda Brompton SHUTTERSTOCKIlustrasi Sepeda Brompton

Scriven berharap akan memiliki 1.000 pelanggan dalam enam bulan ke depan.

Dia juga mengatakan varian e-bike Brompton pun akan tersedia untuk program berlangganan di masa mendatang.

Brompton, kata Scriven berencana untuk meluncurkan layanan berlangganan yang sama di Jerman menjelang akhir tahun depan, dan diikuti dengan Amerika Serikat.

Baca juga: 3 Sepeda Jiplakan Brompton Juga Laku Keras di Indonesia, Apa Saja?

Dia menyebut, layanan berlangganan sebagian ditujukan untuk kaum milenial dan generasi X, yang menginginkan keuntungan dari memiliki sesuatu tetapi tidak menanggung risiko.

Sebab, jika ada yang rusak pada sepeda, konsumen tinggal datang dan menukarnya.

"Mereka tinggal bilang, saya mau ganti ini dengan yang enggak kempes -misalnya," kata Scriven.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.