Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/08/2020, 19:26 WIB
Wisnubrata

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Depresi adalah masalah mental yang terjadi pada banyak orang, termasuk di Indonesia. WHO mencatat lebih dari 264 juta orang terdampak oleh masalah mental ini. Sementara di Indonesia, diperkirakan sekitar 15,6 juta penduduk mengalami depresi.

Saking seriusnya ancaman depresi, WHO menobatkan gangguan mental ini sebagai krisis global dalam Hari Kesehatan Mental Dunia pada 2012 silam.

Walaupun dianggap berbahaya, depresi tetap dapat diobati, bahkan dalam kondisi yang tergolong parah sekalipun.

Ada beberapa cara yang umumnya dilakukan untuk menangani depresi, di antaranya perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga beragam terapi psikologis.

Di samping itu, ada opsi lain yang tengah dikembangkan oleh University of Utah, Amerika Serikat. Cara ini tergolong unik dan memiliki efektivitas yang bisa dibilang tinggi, yakni melalui video game.

Mengobati depresi dengan video game

Game yang tengah dikembangkan ini bukan sembarang game biasa, melainkan permainan yang secara khusus dibuat untuk menangani depresi, khususnya untuk lansia.

Namanya adalah Neurogrow, yakni game yang mengajak pemainnya untuk mengurus taman virtual dengan permintaan dan kondisi yang berubah-ubah.

Penciptanya juga bukan orang sembarangan. Beliau adalah Dr. Sarah Shizuko Morimoto, yang mendedikasikan lebih dari satu dekade dalam kariernya untuk mengeksplorasi bagaimana video game dapat memperbaiki kerusakan sirkuit dalam lobus frontal yang bisa menghalangi efektivitas obat-obatan antidepresan.

Bagi yang belum tahu, lobus frontal adalah bagian otak yang mengontrol beragam kemampuan kognitif manusia, seperti ekspresi emosional, memecahkan masalah, ingatan, bahasa, pengampilan keputusan, dan perilaku seksual.

Kerusakan pada lobus frontal dapat membuat perubahan signifikan pada manusia, misalnya dalam aspek kepribadian, ekspresi wajah, hingga kesulitan dalam mengamati lingkungan di sekitarnya.

Baca juga: Main Video Game Tingkatkan Rasa Bahagia Selama Karantina

Penelitian Morimoto berfokus pada temuan rekannya yang merupakan salah satu ilmuwan ngetop dalam ranah depresi geriatri, Dr. George Alexopoulos.

Temuan tersebut menjabarkan bahwa kemampuan untuk bebas dari respons yang telah terprogram adalah kunci untuk pulih dari depresi.

Neurogrow mengharuskan pemainnya menjadi fleksibel terhadap tantangan yang diberikan dalam game. Kesuksesan dalam memainkan game ini secara teori membentuk kembali sirkuit yang rusak dalam lobus frontal.

Neurogrow memiliki tingkat kesulitan yang bisa menyesuaikan dengan pemainnya, artinya game ini dapat menjadi lebih mudah atau lebih sulit berdasarkan performa pemainnya.

Halaman:
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com