Kompleks Gedung Tua "Disulap" Jadi Tempat "Kongkow" Baru di Bandung

Kompas.com - 02/09/2020, 14:44 WIB
Komplek gudang kereta yang dibangun zaman Belanda akan disulap menjadi ikon wisata baru di Kota Bandung. Tempat yang menggabungkan unsur klasik dan kekinian ini ditargetkan selesai 2021. KOMPAS.com/RENI SUSANTIKomplek gudang kereta yang dibangun zaman Belanda akan disulap menjadi ikon wisata baru di Kota Bandung. Tempat yang menggabungkan unsur klasik dan kekinian ini ditargetkan selesai 2021.

KOMPAS.com – Pernahkah membayangkan kompleks gedung tua seluas 20 hektar yang dibangun tahun 1920-an?

Ya, bangunan tersebut masih ada di Bandung dan berdiri kokoh. Lokasinya berada di Jalan Sukabumi, dan dimiliki PT Kereta Api Indonesia.

Gedung tersebut dibangun pada masa penjajahan Belanda. Fungsinya sebagai gudang persediaan kereta untuk pendistribusian komponen kereta api.

Baca juga: Mengintip Kehidupan Komunitas Magic: The Gathering di Bandung

Seperti bangunan kuno pada umumnya, gudang ini dibuat dengan struktur yang amat kokoh. Berbagai ornamen gedung, seperti pintu dan jendela, terlihat klasik.

Meski secara keseluruhan terjaga baik, tetapi ada beberapa bangunan yang terlihat rusak. Misalnya, kaca yang pecah, pintu tak bisa dibuka, dan tembok berlumut.

Komplek gudang kereta yang dibangun zaman Belanda akan disulap menjadi ikon wisata baru di Kota Bandung. Tempat yang menggabungkan unsur klasik dan kekinian ini ditargetkan selesai 2021. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Komplek gudang kereta yang dibangun zaman Belanda akan disulap menjadi ikon wisata baru di Kota Bandung. Tempat yang menggabungkan unsur klasik dan kekinian ini ditargetkan selesai 2021.

Sekilas, kompleks ini tampak menyeramkan, apalagi jika pengunjung datang pada malam hari.

Namun, tentu saja tidak sembarang orang bisa masuk ke sini. Sebab, mereka yang datang harus mengantongi izin dari PT KAI.

Kini, bangunan tersebut sedang dibenahi. PT KAI bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) bakal mendirikan Laswi City Heritage di lahan tersebut.

Baca juga: Sepatu Asal Bandung, Pijakbumi Raih Penghargaan Bergengsi di Italia

“Untuk tahap awal (pemugaran) dilakukan untuk empat hektar lahan dari luas keseluruhan kompleks 20 hektar,” demikian dikatakan Direktur Operasional II WIKA Realty Eri Prananto kepada Kompas.com, Selasa (1/9/2020).

Eri mengungkapkan, gudang tersebut merupakan bangunan cagar budaya tipe A. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan mengubah bentuk bangunan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X