Kompas.com - 03/09/2020, 14:56 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Di sisi lain, meskipun cat berbahan dasar minyak sangat tahan lama, dan dapat lebih tahan dari noda, cat tersebut memiliki konsentrasi pelarut yang tinggi, dan sering kali mengandung bahan kimia berbahaya.

Oleh karena itu, cat jenis ini tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan.

Untuk mengetahui apakah cat berbahan dasar air atau minyak, cukup seka dengan alkohol.

Jika cat tidak terkelupas, berarti berbahan dasar minyak dan jika lepas, berarti berbahan dasar air.

Selain kemungkinan risiko menghirup aroma cat saat hamil, cat minyak juga mengeluarkan bau menyengat dan memiliki tekstur 'sulit dibersihkan'.

Berikut adalah tips lainnya, jika kamu ingin merenovasi kamar si kecil:

1. Biarkan udara masuk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik saat kamu melakukan semua pekerjaan, agar aroma cat tidak tertinggal di dalam.

Ini membantumu menghirup udara segar dan menurunkan risiko menghirup aroma cat saat hamil.

2. Gunakan masker

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.