Kompas.com - 29/09/2020, 13:05 WIB
Pendiri Kabau, Reynanto Akhmad Aditya menyelesaikan pembuatan kacamata kayu di workshopnya di Jakarta Timur, Kamis (24/9/2020). Kacamata kayu Kabau dibuat dengan memanfaatkan limbah bekas papan skateboard. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPendiri Kabau, Reynanto Akhmad Aditya menyelesaikan pembuatan kacamata kayu di workshopnya di Jakarta Timur, Kamis (24/9/2020). Kacamata kayu Kabau dibuat dengan memanfaatkan limbah bekas papan skateboard.

KOMPAS.com - Barang bekas atau barang yang sudah tak terpakai, biasanya akan berakhir di tempat sampah.

Padahal, tidak sedikit barang bekas yang masih bisa diolah kembali dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. 

Bahkan cara ini banyak dipakai orang untuk meraup keuntungan. Seperti yang juga dilakukan dua pemuda, Reynanto Akhmad Aditya dan Bonny Andrew.

Baca juga: Niion, Brand Lokal Bandung yang Segera Mendunia ke Las Vegas

Mereka menciptakan kacamata berbahan kayu yang berasal dari papan skateboard bekas.

Menurut Ditto -demikian Reynanto biasa disapa, pada akhir tahun 2011, ia bersama Andro -sapaan Bonny, memulai ide kreasi kacamata berbahan kayu dari limbah papan skateboard.

Ide itu datang setelah mereka melihat konten di dunia maya, terkait produk yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah bekas pakai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami lihat di banyak skate park (tempat berlatih skateboard) bila ada papan yang rusak atau patah, sulit diperbaiki dan terbuang begitu saja," kata Ditto, selaku founder brand kacamata Kabau.

"Di situlah, ide untuk memanfaatkan limbah skateboard bekas pakai didaur ulang menjadi barang baru."

Baca juga: Melihat Sepatu Daur Ulang Adidas Generasi Kedua

Kreasi yang mereka ciptakan adalah kacamata yang berfungsi menunjang penampilan para skater.

Sebab, menurut Ditto, tampilan pemain skate sudah menjadi salah satu fashion culture di tengah masyarakat.

Selain itu, papan skateboard terbuat dari kayu mapel berserat halus yang kuat dan fleksibel.

Ditto dan Andro kemudian memutuskan untuk mendirikan brand Kabau.

Kacamata kayu Kabau dipajang di workshop Kabau di Jakarta Timur, Kamis (24/9/2020). Kacamata kayu Kabau dibuat dengan memanfaatkan limbah bekas papan skateboard.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Kacamata kayu Kabau dipajang di workshop Kabau di Jakarta Timur, Kamis (24/9/2020). Kacamata kayu Kabau dibuat dengan memanfaatkan limbah bekas papan skateboard.

Satu hal yang unik dari kacamata Kabau adalah kacamata ini memiliki layer motif dan warna yang berbeda, sambung Ditto.

Proses pengerjaan kacamata ini dilakukan secara handmade, sehingga membutuhkan kecermatan ekstra, demi meminimalkan kesalahan.

Nama Kabau diambil dari kata Minangkabau, merujuk pada latar belakang kedua founder, yakni Ditto dan Andro, yang berdarah Minang.

"Kabau bertujuan untuk mengangkat unsur kearifan lokal yang tidak kebarat-baratan sebagai identitas brand kami yang berasal dari Indonesia," tutur Ditto.

Namun, menurut Ditto, ketersediaan untuk produk kacamata ini masih dalam skala kecil.

"Orang yang ingin melakukan pemesanan bisa menentukan desain dan tipe lensa sesuai keinginan mereka, atau memilih dari katalog yang kami tawarkan."

Produk kacamata Kabau yang ready stock dibanderol seharga Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk kacamata yang dipesan secara custom, harganya mulai dari Rp 1,5 juta.

Kabau juga menyediakan pilihan aksesoris di luar kacamata, seperti kalung dan cincin, gantungan pakaian, lampu meja, tatakan gelas, hingga talenan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ???????????????????? ????? ?????????????????????? (@kabau.indo) on Jul 9, 2020 at 1:33am PDT


Untuk item yang berkaitan dengan skateboard, mereka membuat griptape cleaner, grip blade, skatewax, kaus, dan gagang kacamata.

Seluruh produk Kabau bisa didapatkan di studio mereka yang berada di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, dan juga beberapa skateshop.

Selain itu, kamu bisa mengunjungi akun media sosial Kabau di Facebook, Twitter, dan Instagram seputar produk yang mereka hadirkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ???????????????????? ????? ?????????????????????? (@kabau.indo) on Sep 4, 2020 at 8:40am PDT

Di akun Instagram Kabau, tampak mereka juga mengunggah gambar item sisir berbahan kayu yang merupakan hasil kolaborasi mereka dengan @surforganic.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ???????????????????? ????? ?????????????????????? (@kabau.indo) on Sep 23, 2020 at 2:33am PDT

Ada pula kerajinan berupa papan skateboard yang sudah dipoles dan diberi grafik dari lukisan terkenal "The Last Supper".

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ???????????????????? ????? ?????????????????????? (@kabau.indo) on Mar 5, 2020 at 1:45am PST

Disebutkan, dalam waktu dekat, Kabau berencana menjalin kerja sama dengan seniman dan brand lokal untuk mengerjakan produk baru.

"Kami juga akan meluncurkan produk baru di kategori home decor dan aksesoris," ucap Ditto.

Untuk rencana jangka panjang, Ditto mengatakan akan memperluas produk penjualan Kabau hingga ke luar negeri.

Mereka juga berniat mendirikan offline store dan membuat produk Kabau dalam jumlah banyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.