Kompas.com - 29/09/2020, 15:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Seperti halnya siklus haid yang terkadang berubah, warna darah menstruasi juga tak konsisten. Di hari-hari tertentu warnanya begitu merah dan pekat, namun di hari lainnya kecokelatan.

Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Swapna Kollikonda, MD, menjelaskan, warna darah menstruasi bergantung pada berapa lama darah berada di rahim dan vagina.

"Semakin lama akan semakin gelap karena darah teroksidasi atau bereaksi dengan oksigen di dalam tubuh dan menjadi lebih gelap," kata Dr. Kollikonda, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Untuk mengetahui perbedaan kondisi dari setiap warna, berikut penjelasannya.

1. Merah muda

Saat menstruasi dimulai, cairan lendir vagina mungkin bercampur dengan darah segar yang berwarna merah cerah. Pertemuan itu membuat lendir menjadi encer, dan menyebabkan darah berwarna merah muda. Menstruasi yang lebih ringan juga ditandai dengan warna darah yang tampak lebih muda.

Baca juga: 7 Olahraga yang Masih Bisa Diakukan Saat Menstruasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Merah cerah

Saat rahim berkontraksi secara aktif, ia akan mengeluarkan darah dengan cepat. Karena darah tidak punya waktu untuk beroksidasi, warnanya tetap merah cerah.

3. Merah tua

Jika menstruasimu sedang dan tidak sedikit, mungkin diperlukan waktu lebih lama bagi rahim untuk melepaskan lapisannya. Saat berada di dalam rahim, warnanya menjadi lebih gelap.

4. Merah tua dan ada gumpalan darah

Jika rahim tidak berkontraksi dengan baik dan mengeluarkan darah dengan cepat, hal itu dapat menyebabkan darah tetap berada di dalam rahim dan menggumpal. Gumpalan bisa kecil atau besar, tetapi biasanya berwarna merah tua.

Baca juga: 10 Alasan Mengapa Wanita Terlambat Haid

5. Cokelat

Saat menstruasi berakhir, kamu mungkin mengalami warna darah menstruasi yang lebih terang, yang kemudian bercampur dengan cairan lendir vagina.

Haruskah khawatir?

Warna darah menstruasi sangat jarang menjadi perhatian dokter.

"Jika kamu mengalami bercak antara menstruasi, pendarahan pasca menopause atau aliran darah yang lebih deras atau lebih ringan, itulah yang biasanya ingin kami selidiki," kata Dr. Kollikonda.

Dokter umumnya juga bertanya tentang beberapa hal berikut:

- Apakah seseorang sering mengalami pembekuan darah berukuran seperempat atau lebih besar.

- Apakah merendam pembalut setiap jam dan mengeluarkan bekuan darah.

Baca juga: Asupan yang Dibutuhkan Wanita Selama Masa Menstruasi

- Apakah menstruasi terjadi terlalu sering atau terlalu jarang.

- Apakah terjadi pendarahan berkepanjangan selama berhari-hari selama menstruasi.

- Apakah terjadi pendarahan selama sebulan pada suatu waktu, hingga

- Apakah mengalamu kram parah selama menstruasi.

Dr. Kollikonda mengatakan, warna, konsistensi dan jumlah bersifat subjektif. Jika menurutmu hal itu mengkhawatirkan, konsultasikanlah dengan dokter.

Dokter akan mencari tahu permasalahannya dan memberikan perawatan terbaik sesuai yang diperlukan.

Baca juga: 5 Fakta Haid yang Wajib Diketahui Perempuan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.