Kompas.com - 11/10/2020, 16:06 WIB

Beri tahu anak tentang perubahan hormonal, otak, dan fisik yang memengaruhi perilakunya. Dengan begitu anak tidak berpikir diri mereka bodoh, melainkan sedang berkembang.

3. Bersikap penuh kasih sayang

Meskipun orangtua merasa frustasi menghadapi remaja laki-laki yang melawan, jangan lupa untuk tetap memperlakukannya penuh kasih sayang.

Ucapkanlah panggilan sayang padanya dan tunjukkan rasa sayang itu lewat tindakan. Ingatkan anak jika orangtua tetap menyayanginya bagaimanapun keadaannya.

Baca juga: Perasaan Terisolasi pada Remaja Berdampak Jangka Panjang

4. Pilih metode komunikasi yang tepat

Saat remaja laki-laki berbuat kesalahan, kebanyakan orangtua lebih memilih untuk mengomel dan memberikan ribuan wejangan.

Cara itu sama sekali tidak efektif. Alih-alih mengomeli, kenali metode komunikasi yang tepat sesuai kepribadian anak untuk membangun hubungan dengannya. Entah dari segi waktu, nada suara, maupun kontak mata langsung.

5. Jadikan rumah sebagai tempat berkumpul

Anak laki-laki senang sekali bermain dengan teman-temannya di usia remaja. Orangtua mungkin khawatir anaknya akan terjerumus ke hal negatif.

Halaman:
Sumber Guardian


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.