Kompas.com - 12/10/2020, 09:32 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Buang air besar (BAB) adalah fungsi biologis penting yang membersihkan tubuh dari bakteri, serat, sel, air, dan materi tanaman yang tidak dapat dicerna.

Meski setiap orang melakukannya, tidak semuanya melakukan dengan frekuensi yang sama.

Beberapa orang mungkin sangat rutin pergi ke kamar kecil setiap pagi, sementara sebagian lainnya tidak punya jadwal BAB yang terprediksi.

Lalu, seberapa sering kita harus BAB?

Jean Marie Houghton, MD, dokter yang melakukan praktik gastroenterologi di UMass Memorial Health Care di Worcester, Massachusetts, menjelaskan kepada Health bahwa frekuensi rata-rata BAB adalah antara tiga kali sehari dan setiap tiga hari, dan frekuensi di antaranya.

Sehingga jika frekuensi BAB-mu di antaranya, maka dapat dikatakan masih dalam batas normal.

Dr. Houghton mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki rutinitas BAB yang cukup rutin meskipun dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

Namun, ia mengingatkan untuk tidak terlalu terpaku pada angka.

"Jika kamu BAB tiga kali sehari dan merasa nyaman, maka itu sempurna,” ungkapnya.

Sebaliknya, jika kamu sering BAB dan malah merasa kembung, tidak nyaman, atau terus buang air besar, maka itu tidak normal dan memerlukan penanganan profesional medis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X