Kompas.com - 15/10/2020, 11:29 WIB
Pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tiba di U Stay hotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020). Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krisnadi mengatakan sebanyak 4.116 kamar dari 30 hotel di Jakarta siap untuk menampung pasien COVID-19 dengan kategori OTG. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tiba di U Stay hotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020). Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krisnadi mengatakan sebanyak 4.116 kamar dari 30 hotel di Jakarta siap untuk menampung pasien COVID-19 dengan kategori OTG.

KOMPAS.com - Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan kasus Covid-19 dan golongan darah.

Sebuah studi terbaru mengatakan, orang dengan golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah tertular virus SARS-Cov-2 dibandingkan dengan golongan darah lain.

Para peneliti juga mencatat, orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius jika mereka sudah terinfeksi.

Temuan ini mirip dengan penelitian yang diterbitkan pada bulan Juni lalu, di mana para peneliti menyimpulkan, bahwa orang dengan golongan darah A memiliki risiko 45 persen lebih tinggi tertular Covid-19.

Nah, para peneliti bahkan sudah mempelajari 1.900 orang di Spanyol dan Italia yang sakit parah dengan Covid-19, serta membandingkan hasilnya dengan 2.000 orang yang tidak sakit.

Baca juga: Orang Muda dengan Kondisi Ini Rentan Terinfeksi Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya pada bulan Maret, sebuah penelitian di China menunjukkan, kalau orang dengan golongan darah A lebih rentan terkena virus.

Sementara orang dengan golongan darah O justru mendapatkan perlindungan lebih terhadap virus tersebut.

Laporan tersebut membuat beberapa ahli khawatir kalau orang bergolongan darah A akan panik, di sisi lain juga bisa membuat orang bergolongan darah O jadi lengah terhadap protokol kesehatan.

“Hasil ini tidak dapat digunakan untuk mengurangi kewaspadaan serius yang harus dilakukan setiap orang, terlepas dari golongan darah mereka,” kata ahli hematologi dan profesor di Larner College of Medicine di University of Vermont, Dr. Mary Cushman, MSc.

Baca juga: Benarkah Pakai Kacamata Turunkan Risiko Tertular Virus Corona?

Hasil studi pada bulan maret

Studi bulan Maret keluar dari Wuhan, China, tempat kasus Covid-19 pertama ditemukan.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan melihat golongan darah dari 2.173 orang yang telah didiagnosis dengan Covid-19 dan membandingkannya dengan golongan darah dari populasi umum di wilayah itu.

Mereka menemukan pada populasi normal, tipe A sebanyak 31 persen, tipe B 24 persen, tipe AB 9 persen, dan tipe O 34 persen.

Petugas merapikan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 di Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan, Jakarta, Minggu (27/9/2020). GOR Kecamatan Pademangan yang merupakan percontohan graha sehat mandiri pasien COVID-19 tersebut telah menyiapkan 30 bilik isolasi pasien COVID-19 dengan fasilitas tempat tidur, lemari, dan peralatan mandi.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Petugas merapikan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 di Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan, Jakarta, Minggu (27/9/2020). GOR Kecamatan Pademangan yang merupakan percontohan graha sehat mandiri pasien COVID-19 tersebut telah menyiapkan 30 bilik isolasi pasien COVID-19 dengan fasilitas tempat tidur, lemari, dan peralatan mandi.

Pada mereka yang terinfeksi Covid-19, golongan darah tipe A sebanyak 38 persen, tipe B 26 persen, tipe AB 10 persen, dan tipe O 25 persen.

Kesimpulannya, golongan darah A pada orang normal rentan terpapar Covid-19 dan bagi yang sudah terkena virus tersebut bisa memiliki penyakit yang cukup serius.

Baca juga: Kepatuhan Menerapkan Tiga M Jadi Cara Memutus Penularan Covid-19

Reaksi terhadap studi

Para ahli berpendapat bahwa studi ini membuat orang yang bergolongan darah A akan semakin tidak tenang.

Meski begitu, mereka menyarankan perlu ada penelitian lebih lanjut yang solid dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

Menurut ahli mikrobiologi dan profesor emerita biologi di Indiana University, Patricia Foster, PhD, studi ini sebenarnya menarik tetapi tetap membutuhkan verifikasi.

"Hasil ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena kami tahu golongan darah penting dalam pengaturan lain dan virus lain,” ujarnya.

Hubungan golongan darah dengan penyakit lain

Para ahli menemukan golongan darah AB terkait dengan risiko stroke dan secara umum berisiko terhadap gangguan kognitif.

Jika dibandingkan dengan tipe lain, golongan darah O memang memiliki proteksi dari serangan jantung dan pembekuan darah di pembuluh darah vena, yang dikenal sebagai trombosis vena.

Belum jelas bagaimana mekanismenya, tapi ada perbedaan berdasarkan golongan darah dalam faktor pembekuan tertentu dan faktor dalam sirkulasi yang berhubungan dengan koneksi sel lapisan pembuluh darah.

Baca juga: Benarkah Golongan Darah Berhubungan dengan Risiko Terinfeksi Covid-19?

Berisiko rendah bukan berarti kebal

Setelah mengetahui kalau orang dengan golongan darah O memiliki risiko yang rendah terhadap Covid-19, bukan berarti mereka kebal dan jadi acuh.

Sebab, pergerakan Covid-19 masih belum bisa dikendalikan dan siapapun harus tetap mencuci tangan, menjaga jarak secara fisik dari orang lain, dan mengikuti semua hal yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan masyarakat.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X