Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedikit Olahraga Saja Bisa Bikin Panjang Umur, Simak Penjelasannya

Kompas.com - 02/11/2020, 14:42 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Olahraga tak disangkal memiliki beragam manfaat bagi tubuh, mulai dari menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki mood, hingga mengurangi berat badan.

Namun di samping itu, beberapa menit berolahraga dalam sehari dipercaya mampu memperpanjang usia hidup manusia.

Fakta tersebut diungkap dalam sebuah penelitian pada tahun 2011 yang diterbitkan di The Lancet.

Baca juga: Konsumsi Protein Jenis Ini supaya Panjang Umur

Dalam studi itu, ditemukan orang yang memiliki aktivitas relatif rendah pun - sekitar 15 menit sehari- memiliki harapan hidup tiga tahun lebih lama, dibandingkan dengan orang yang kurang aktif.

Mereka yang berada dalam kelompok aktivitas rendah tersebut juga memiliki risiko kematian 14 persen lebih rendah, akibat penyebab umum seperti penyakit jantung dan kanker dibandingkan orang yang kurang gerak.

Studi lain yang diterbitkan di PLOS Medicine menemukan, aktivitas olahraga sedang atau jalan kaki per minggu selama 75 menit meningkatkan harapan hidup 1,8 tahun.

Hasil itu sama seperti durasi aktivitas olahraga sedang 300 menit yang memperpanjang usia 3,4 tahun, dan durasi 500 menit memperpanjang usia seseorang 4,5 tahun.

Lalu, sebuah temuan di Journal of Aging Research mengungkap, juga mengklaim aktivitas fisik menambah harapan hidup manusia.

Baca juga: Ingin Panjang Umur? Coba Contek 6 Kebiasaan Sehat ala Jepang

Namun demikian, Alexis Halpern, MD, dokter di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, menyebut, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan angka pastinya.

Alasan olahraga meningkatkan harapan hidup

Tidak ada durasi olahraga atau latihan yang pasti, namun penelitian menemukan bahwa olahraga juga mengurangi risiko penyakit tertentu.

Hal itu dikatakan Carolyn Dean, MD, ND, anggota dewan penasihat medis di Nutritional Magnesium Association.

"Satu studi menemukan 2,5 jam jalan cepat dalam seminggu mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 30 persen," sebut Dr. Dean.

Studi juga menemukan, olahraga dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko stroke, menangkal penyakit alzheimer, dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

Aktif bergerak memiliki manfaat psikologis, karena endorfin dilepaskan saat berolahraga, yang mengarah ke suasana hati yang lebih baik.

Baca juga: Hobi Makan Sayur Kunci Panjang Umur?

Manfaat olahraga lebih besar pada wanita

Menurut Bert R. Mandelbaum, MD, penulis "The Win Within: Capturing Your Victorious Spirit", wanita rata-rata hidup lebih lama empat tahun dibandingkan pria.

Ada banyak faktor yang memengaruhi harapan hidup, namun belum jelas apakah olahraga membuat perbedaan lebih besar pada pria dan wanita.

Menurut Dr. Halpern, beberapa bukti menunjukkan, olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang seperti jalan kaki mencegah penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 lebih banyak pada wanita dibandingkan pria.

Jika kita ingin menambahkan lebih banyak aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian, Dr. Dean mengingatkan sedikit berolahraga lebih baik daripada tidak sama sekali.

Apalagi jika mengingat beberapa latihan bisa memacu hidup kita menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, satu studi menemukan latihan terbaik untuk memperpanjang usia adalah tenis, renang, dan aerobik, demikian diungkap Dr. Dean.

Baca juga: Hobi Makan Sayur Kunci Panjang Umur?

"Di antara mereka yang melakukan olahraga intensitas sedang hingga berat 150 menit per minggu, orang yang bermain tenis 47 persen lebih rendah untuk meninggal, selama studi sembilan tahun dibandingkan mereka yang tidak berolahraga," kata dia.

Sementara itu, Dr. Halpern dan Yasmine S. Ali, MD, asisten profesor klinis kedokteran, di Vanderbilt University School of Medicine menyebut, aktivitas seperti berjalan, berenang, tai chi, dan latihan kekuatan juga latihan yang baik.

Secara keseluruhan, latihan terbaik adalah latihan yang kita nikmati secara konsisten.

"Jika kamu tidak menyukainya, kamu tidak akan melakukannya," tutur Dr. Halpern.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com