Kompas.com - 14/11/2020, 21:13 WIB

Prostatitis adalah suatu kondisi ketika terjadi pembengkakan dan peradangan pada prostat. Hal ini dapat memicu rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada penis, terutama setelah ejakulasi.

The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mencatat penyebab pasti prostatitis belum diketahui pasti.

Tapi bisa jadi karena infeksi bakteri, bahan kimia dalam urin, infeksi saluran kemih (ISK) yang menganggu respons dalam sistem kekebalan, dan kerusakan saraf panggul.

Baca juga: Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih, Bisa Jadi Penyakit Serius

4. Fimosis

Pada pria yang belum disunat, bisa terjadi fimosis yang memicu rasa nyeri sehabis bercinta. Fimosis membuat kulup tertarik sangat ketat ke atas kepala penis yang pada gilirannya memicu rasa nyeri, iritasi kulit, dan mengurangi sensasi bercinta.

Mengenakan kondom dan pelumas dapat membantu bercinta menjadi lebih nyaman.

5. Balanitis

Ini adalah kondisi peradangan pada kepala penis yang dapat menyebabkan perubahan warna, pembengkakan, dan nyeri ketika ditekan.

Pria juga mungkin mengalami gatal dan iritasi. Gejala balanitis dapat terjadi di bagian bawah kulup dalam beberapa hari setelah bercinta.

Bercinta tanpa pelindung, kebersihan yang buruk, alergi, dan bahan kimia iritan dapat meningkatkan risiko balanitis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.