Kompas.com - 17/11/2020, 05:00 WIB
Ilustrasi deep sleep, tidur nyenyak, tidur. ShutterstockIlustrasi deep sleep, tidur nyenyak, tidur.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat kita semua tetap tinggal di rumah untuk menghindari infeksi virus tersebut.

Meskipun berada di rumah dapat mencegah penularan, namun ada juga kebiasaan harian yang wajib kita terapkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, hingga berolahraga sangat dibutuhkan supaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit.

Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk meningkatkan sistem imun yang lebik dari sebelumnya.

1. Kualitas tidur 

Kita sering kali tergoda untuk terus menonton film streaming dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur nyenyak.

Baca juga: Cocok untuk Kamar Tidur, 7 Tanaman Hias Ini Bikin Tidur Nyenyak

Felice Gersh, MD, seorang dokter obgyn dan pendiri Integrative Medical Group of Irvine merekomendasikan untuk tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama setiap pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat kita kurang tidur, tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Sebab, tidur membuat sistem kekebalan kita beregenerasi, memungkinkan sel kita melakukan perbaikan kritis, dan menyembuhkan luka.

Tidur juga membersihkan organ-organ kita dari produk limbah yang dibuat oleh proses metabolisme hari sebelumnya.

Dengan kata lain, saat itulah tubuh kita meremajakan dan memulihkan diri. Tanpa kulitas tidur yang baik kita menempatkan diri di zona bahaya.

2. Multivitamin

Banyak orang yang cenderung menimbun barang-barang tidak mudah rusak, seperti beras, kacang-kacangan, dan pasta selama situasi krisis.

Padahal, banyak sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin yang kita butuhkan untuk memberikan sistem pertahanan tubuh.

Baca juga: Pria Bertubuh Sehat Tak Perlu Konsumsi Multivitamin

Ahli otolaringologi, Shawn Nasseri, MD menyarankan kita agar membeli multivitamin kaya nutrisi yang diperlukan untuk respons kekebalan tubuh yang efektif.

"Perlu diingat, mengonsumsi vitamin C, vitamin B kompleks, dan mineral seperti zinc sangat penting. Terutama saat sedang stres," kata dia.

"Tubuh kita tidak dapat melawan virus dan bakteri secara efektif jika kekurangan vitamin," sambung dia.

3. Mandi air hangat

Air hangat menghasilkan uap yang membuat kita berkeringat. Keringat sendiri mengandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus.

Sehingga, berkeringat membantu mendetoksifikasi zat beracun dalam tubuh kita, seperti logam berat atau BPA.

Meskipun ini sering disebabkan oleh faktor lingkungan, semakin sedikit racun dalam tubuh kita, semakin kuat fungsi kekebalan.

Baca juga: 8 Manfaat Tak Terduga dari Rutin Minum Air Hangat

Mandi dengan air hangat juga akan membantu kita melepaskan stres karena mengkhawatirkan keadaan new normal yang aneh ini.

"Berkeringat meningkatkan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan sistem kekebalan tubuh," ungkap dia.

Belum lagi, keringat mampu menurunkan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko terjadinya infeksi.

Baik saat sedang mandi dengan air hangat atau melakukan kelas yoga di rumah, cobalah untuk berkeringat setidaknya sekali sehari.

4. Meditasi

Tanpa mengetahui kapan jumlah kasus baru Covid-19 akan melambat, banyak orang berjuang melawan perasaan kecemasan yang meningkat.

Sementara, meditasi akhir-akhir ini menjadi tren yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa cemas.

Sebagai Direktur Medis untuk Care/Of, Maggie Luther, ND menjelaskan, meditasi tidak hanya membantu kita melawan depresi.

Menurut dia, meditasi juga dapat membuat perbedaan dalam kesehatan dan vitalitas secara keseluruhan.

Berdasarkan sebuah penelitian, meditasi membantu mengatur beberapa protein kekebalan yang beredar, terutama yang terkait dengan peradangan.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik dengan Meditasi

Artinya, meditasi memiliki kemampuan untuk dapat mengurangi pembengkakan atau nyeri di dalam tubuh.

"Meskipun penelitian ini masih awal dan membutuhkan penelitian lanjutan, temuannya sangat menjanjikan," kata dia.

"Saat kita berada di rumah sendiri atau bersama dengan pasangan, meditasi bisa sangat membantu mengurangi stres," lanjut Luther.

5. Makanan tinggi serat

Usus adalah rumah bagi 70 persen fungsi kekebalan. Itu berarti, mengonsumsi makanan bisa menjadi hal yang paling bermanfaat atau berbahaya untuk kesehatan.

Saluran pencernaan menangani lebih banyak racun dan patogen daripada sistem organ lain di tubuh.

Kita dan mikrobioma sama-sama mendapatkan manfaat saat bakteri patogen dikendalikan.

Oleh sebab itu, mikrobioma melatih sel kekebalan tubuh agar dengan cepat dapat mengenali dan menghancurkan bakteri jahat.

Jadi, makanan apa yang harus dipenuhi selama padnemi ini?

Jawabannya adalah makanan yang kaya akan serat dan zinc.

Semakin tinggi serat yang dikonsumsi, maka akan semakin banyak pula bakteri menguntungkan yang dimiliki usus.

Baca juga: Buah Tinggi Serat yang Baik Dikonsumsi Setiap Hari

Pilihan makanan, seperti brokoli, alpukat, pisang, ubi jalar, dan almond adalah tambahan yang bagus untuk menu kita setiap hari.

Menurut Kimmi Stultz, salah satu pendiri dan CEO Juicery Rx, zinc juga merupakan asupan yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Faktanya, mereka yang kekurangan zinc lebih cenderung sakit dengan penyakit pernafasan dibandingkan mereka yang tidak.

"Penelitian telah menunjukkan zinc memengaruhi banyak aspek sistem kekebalan," kata dia.

Beberapa contoh makanan yang mengandung zinc termasuk polong-polongan, biji-bijian, kacang-kacangan, jamur, daging merah, dan makanan laut yakni kerang, tiram, kepiting, serta lobster.

6. Olahraga

Selain membantu kita tetap waras menghadapi pandemi Covid-19, olahraga dapat membuat kita lebih sehat secara internal.

Olahraga tidak hanya terbukti meningkatkan respons tubuh terhadap antigen bakteri dan virus, tetapi juga bermanfaat untuk menunda penuaan imunologis.

Kita dapat bergerak setiap jam dengan cara tertentu, meskipun hanya dengan jongkok di meja dapur atau melakukan latihan beban tiga kali seminggu.

Selain itu, kita bisa melakukan kardio di depan TV, bersepeda atau treadmill.

Baca juga: Biarawati Lakoni Chicago Marathon di Treadmill, Galang Dana Rp 1,3 M

Jika kita dapat menjaga jarak sejauh enam kaki dari orang lain, berjalan-jalan atau berlari menjadi alternatif berolahraga di luar rumah.

7. Membersihkan hidung

Membilas hidung dengan larutan garam dapat mengurangi bakteri, virus, dan debu di rongga hidung.

Meskipun mungkin bukan pengalaman yang menyenangkan, membersihkan hidung adalah salah satu cara yang efektif untuk terhindar dari virus.

Ketika virus terjebak di hidung untuk waktu yang lebih lama, mereka lebih mampu menyerang dan membuat infeksi.

Meluangkan waktu beberapa menit untuk menjaga hidung tetap bersih dan sehat menjadi aktivitas yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.



Sumber BHG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.