Kompas.com - 22/12/2020, 18:00 WIB
Seorang warga melakukan tes cepat atau rapid test antigen di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo membuka layanan tes cepat atau rapid test antigen bagi calon penumpang jasa penerbangan serta masyarakat umum sebagai upaya antisipasi dan menekan transmisi virus COVID-19 saat liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROSeorang warga melakukan tes cepat atau rapid test antigen di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo membuka layanan tes cepat atau rapid test antigen bagi calon penumpang jasa penerbangan serta masyarakat umum sebagai upaya antisipasi dan menekan transmisi virus COVID-19 saat liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

KOMPAS.com - Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah, kecuali untuk bekerja atau keadaan mendesak lainnya, terutama di momen libur panjang, seperti libur Natal dan Tahun Baru 2021 mendatang.

Sebab, peningkatan mobilitas masyarakat dikhawatirkan akan berdampak pada lonjakan kasus Covid-19.

Tim Sinergi Mahadata Universitas Indonesia (UI) Tanggap Covid-19 melakukan studi untuk mencari tahu keterkaitan libur panjang terhadap peningkatan pergerakan orang, yang berdampak pada kasus Covid-19 di Jawa dan Bali.

Tim peneliti, dr. Damar Susilaradeya, MRes, PhD dari Fakultas Kedokteran UI mengungkapkan, pengamatan terhadap empat momen libur panjang atau cuti bersama menunjukkan adanya peningkatan pergerakan penduduk di Jawa dan Bali.

Peningkatan pergerakan penduduk tersebut selalu disertai peningkatan kasus Covid-19.

Lebih jauh, Damar menjelaskan mengenai dampak libur terhadap terhadap peningkatan kasus Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai gambaran, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) 1 mampu menurunkan kasus hingga hampir 45 persen.

Meskipun peningkatan kembali terjadi di momen libur Idul Adha, namun kasus sebetulnya berhasil diturunkan di PSBB 2 dengan penurunan sekitar 35 persen.

Sayangnya, kasus kembali meningkat di libur panjang berikutnya dan empat momen libur panjang selalu mencatatkan kenaikan kasus.

"Ini yang perlu kita antisipasi, jangan sampai ini terjadi lagi karena kita ketahui kapasitas rumah sakit, tidak hanya obat maupun tempat tidur, tapi tenaga kesehatan kita terbatas," ungkapnya dalam pemaparan Tim Sinergi Mahadata UI Tanggap Covid-19, Senin (21/12/2020).

Baca juga: 4 Pengetahuan tentang Covid-19 yang Masih Banyak Keliru di Masyarakat

Data pergerakan penduduk dan kasus baru Covid-19 di Jawa dan Bali, 1 April - 8 Desember 2020.Tangkap layar paparan Tim Sinergi Mahadata UI Data pergerakan penduduk dan kasus baru Covid-19 di Jawa dan Bali, 1 April - 8 Desember 2020.

Pada kesempatan yang sama, tim peneliti, dr. Iwan Ariawan, MSPH dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI mengatakan, empat momen libur panjang yang lalu harus bisa memberikan pelajaran penting agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Angka kasus sebetulnya sempat menurun pada periode September-Oktober, namun kembali meningkat pada momen libur panjang akhir Oktober, bersamaan dengan pergerakan penduduk yang kembali naik.

Menurut Iwan, temuan ini dapat diartikan bahwa protokol kesehatan yang ada belum bisa diterapkan secara baik saat libur panjang, ketika pergerakan penduduk bertambah.

"Sudah empat kali (libur panjang), dari sini seharusnya kita bisa belajar," katanya.

Temuan ini menunjukkan pentingnya agar pembuat kebijakan bisa membatasi mobilitas masyarakat sehingga peningkatan kasus bisa diturunkan.

Sebab, peningkatan kasus juga akan berdampak pada keterbatasan fasilitas kesehatan yang semakin menipis dan kasus kematian yang terus bertambah.

Baca juga: Berencana Liburan? Ingat Lagi 4 Tingkat Risiko Covid-19 Berikut

Tak hanya untuk momen liburan akhir tahun, Iwan juga mengingatkan agar masyarakat menunda keinginan untuk banyak beraktivitas di luar rumah dan hanya keluar rumah untuk bekerja atau keperluan mendesak lainnya.

Bagi orang-orang yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan untuk lebih disiplin menjalankan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

"Kegiatan yang non-esensial, seperti ngopi-ngopi sama teman, mungkin itu jangan dulu saat ini, ditunda," ucap Iwan.

Adapun studi tersebut merupakan kerja sama Tim Sinergi Mahadata UI dengan Facebook GeoInsights, menggunakan sumber pergerakan dari Facebook GeoInsight.

Data yang digunanakan adalah data data sepanjang periode 1 April - 8 Desember 2020 di Jawa dan Bali.

Baca juga: Catat, 5 Tips Mencegah Penularan Covid-19 Saat Berlibur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.