Kompas.com - 05/01/2021, 11:01 WIB
Ilustrasi demam dan batuk sebagai salah satu gejala awal Covid-19. SHUTTERSTOCK/DRAGANA GORDICIlustrasi demam dan batuk sebagai salah satu gejala awal Covid-19.

KOMPAS.com - Di awal pandemi, kita tahu bahwa beberapa gejala umum Covid-19 di antaranya adalah demam, batuk kering dan kelelahan.

Namun, seiring berjalannya waktu, gejala infeksi Covid-19 pun bertambah sehingga banyak orang keliru dalam membedakannya dengan gejala penyakit lain.

Sebagian orang juga mencari tahu gejala awal apa saja yang umumnya muncul ketika seseorang terinfeksi Covid-19.

Menurut kandidat doktor USC Dornsife dan penulis utama studi tentang urutan gejala Covid-19, Joseph Larsen, mengetahui urutan gejala sangat penting untuk para dokter mengidentifikasi penyakit tersebut dengan cepat dan memberikan keputusan pengobatan yang tepat.

Setidaknya, ada enam gejala awal Covid-19 yang harus diwaspadai, yakni:

1. Demam
Anda perlu waspada jika mendapati suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celcius. Sebab, demam adalah gejala awal Covid-19 yang paling umum terjadi di masyarakat.

Menurut pakar penyakit menular dan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), Dr Anthony Fauci, infeksi Covid-19 umumnya disertai demam, batuk, kelelahan, kehilangan napsu makan, sesak napas, hingga mialgia atau nyeri otot.

Baca juga: Mungkinkah Tertular Covid-19 Tanpa Demam? Ini Kata Dokter

2. Batuk dan nyeri otot
Batuk, umumnya jenis batuk kering, dan nyeri otot juga menjadi gejala awal yang umum terjadi pada pasien Covid-19.

Menurut penelitian, dua gejala tersebut sering kali muncul setelah demam.

Beberapa orang juga mengalami sakit punggung yang menyiksa, seperti dialami oleh pembawa acara bincang-bincang, Ellen DeGeneres.

Dia bahkan tidak tahu bahwa itu adalah gejala.

Baca juga: Batuk Tak Selalu Gejala Covid-19, Bagaimana Membedakannya?

3. Mual atau muntah
Menurut sebuah penelitian, ini juga menjadi salah satu gejala yang umum terjadi pada pasien Covid-19, baik dewasa maupun anak-anak, ketika terinfeksi Covid-19.

Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang merasakan mual dan muntah, di antaranya karena infeksi virus, respons peradangan sistemik, efek samping obat, hingga tekanan psikologis.

Baca juga: Pasien Sembuh Corona Alami 7 Gejala Ini, dari Insomnia hingga Muntah

4. Diare
Menurut laporan Johns Hopkins, Covid-19 dapat menghadirkan berbagai gejala. Namun, salah satu gejala yang berpotensi berbahaya bagi kebanyakan orang tapi tidak terlalu banyak dibicarakan adalah diare.

"Diperkirakan 20 persen pasien Covid-19 cenderung mengalami diare setelah tertular," ungkap laporan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat, orang dengan sistem kekebalan lemah, seperti mereka yang terinfeksi atau pulih dari Covid-19, memiliki risiko terbesar terkena diare dan gangguan saluran pencernaan lainnya, termasuk mual dan muntah.

Baca juga: Mengapa Diare Bisa Jadi Gejala Awal Infeksi Corona

5. Kehilangan kemampuan indera penciuman atau perasa
Menurut Fauci, saat ini semakin banyak pasien Covid-19 yang melaporkan mengalami kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa.

Laporan tersebut cukup konsisten dan bahkan pada beberapa pasien muncul terlebih dahulu dibandingkan gejala pernapasan.

Bahkan, bagi beberapa pasien, gejala ini tak kunjung pergi meski mereka dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

Terbaru, dilaporkan sejumlah pasien mengalami parosmia. Gejala ini membuat seseorang berhalusinasi mencium bau menyengat seperti bau ikan yang amis, belerang, dan bau manis yang tidak enak.

Baca juga: Parosmia, Gangguan Rasa dan Penciuman Setelah Sembuh dari Covid-19

6. Semua gejala atau tanpa gejala sama sekali
Satu hal yang membuat Fauci terkesima tentang virus ini adalah spektrum penyakitnya yang sangat luas.

Beberapa orang meeninggal karena Covid-19, beberapa orang lainnya menderita sindrom pasca-Covid yang membuat mereka masih merasakan gejala jauh setelah mereka sembuh, seperti kelelahan, migrain dan masalah kognitif.

Namun, beberapa orang malah tidak merasakan apapun sama sekali.

"Sekitar 20-45 persen orang benar-benar asimtomatik (tanpa gejala) dan beberapa lainnya dapat menjadi pra-gejala. Sebagian lainnya juga hanya mengalami gejala ringan," tuturnya.

Pada akhirnya, jika Anda mengalami demam, batuk atau beberapa gejala lainnya, ada kemungkinan Anda sudah terinfeksi Covid-19.

Hubungi penyedia layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Kebanyakan pasien Covid-19 menderita penyakit ringan dan dapat pulih di rumah dengan beristirahat.

Pemeriksaan sesegera mungkin setelah mengalami gejala akan membantu Anda mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus membantu menekan penyebaran infeksi Covid-19.

Baca juga: CDC: Kebanyakan Infeksi Covid-19 Disebarkan oleh Orang Tanpa Gejala

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.