Kompas.com - 04/02/2021, 14:22 WIB

2. Informasikan saat bersama

Kamu mungkin sedang berselisih paham dengan pasangan, tetapi kamu pun harus menyepakati kapan akan memberitahu kabar tersebut kepada anak.

Jadi, sebelum menyampaikan berita itu, diskusikan apa yang harus diberitahukan kepada anak.

Pastikan, kamu memberi tahu dia tentang perceraian ketika pasangan ada bersama.

Kondisi ini penting, untuk memastikan bahwa anak tidak bingung, sekaligus membantu dia menjaga kepercayaan kepada kedua orangtuanya.

3. Jangan dibuat rumit

Buat semuanya tetap sederhana. Berkomunikasilah dalam istilah sederhana yang dapat dipahami balita.

Ingatlah bahwa mereka baru saja mulai mempelajari kosakata, dan beberapa kata asing tentu dapat membingungkan.

Baca juga: Saran Psikolog untuk Mempertahankan Pernikahan di Ambang Perceraian

Kamu bisa mulai dengan mengatakan, "ayah akan tinggal di rumah baru" atau "ayah ingin kamu melihat rumah baru ayah".

Akan lebih baik jika kamu bisa meyakinkan si kecil bahwa dia masih dapat melihat kedua orangtuanya.

Selain itu, minta maaf jika anak sempat melihat ayah dan bundanya bertengkar sepanjang waktu. 

Lalu, jelaskan bahwa kalian berusaha melakukan yang terbaik untuknya dan keluarga.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.