Kompas.com - 16/02/2021, 13:50 WIB

KOMPAS.com - Bagaimana cara terbaik untuk membelai kucing?

Bagi para pecinta kucing, mungkin jawaban paling umum adalah cara yang biasa dilakukan terhadap kucing kesayangan selama ini.

Tapi benarkah demikian?

Meskipun kita mungkin berpikir membelai adalah cara yang terbukti ampuh untuk menjalin ikatan dengan kucing, tapi ternyata tak semua belaian bisa dinikmati oleh kucing.

Dr Lauren Finka, pakar perilaku kucing dari Universitas Nottingham Trent, Inggris memberikan penjelasan tentang pandangannya ini.

Baca juga: Kucing Suka Membawakan Pemiliknya Bangkai, Ternyata Ini Maksudnya

“Meskipun memang suka dibelai, namun banyak dari kucing ternyata tidak ingin dibelai seperti yang selama ini kita lakukan."

"Kalau pun kucing tersebut tak memberi reaksi penolakan, bisa jadi kucing itu hanya memberi toleransi untuk menebus keuntungan dari hubungan dengan majikannya."

Lebih lanjut Finka mengatakan, dalam urusan membelai, sebaiknya diingat bahwa kucing adalah hewan dari spesies yang pada dasarnya tidak bersifat sosial.

“Memang, kita tahu sedikit tentang ini dari perspektif ilmiah," kata dia.

Baca juga: Catnip Melindungi Kucing dari Nyamuk, Benarkah?

"Kita banyak tahu bahwa orang sering mengira kucing suka dibelai di punggung dekat pangkal ekornya, namun penelitian menunjukkan sebaliknya," kata Finka.

Bagian punggung di pangkal ekor, kata Finka adalah wilayah pada tubuh kucing yang sebenarnya memicu reaksi paling negatif dari kucing.

Selain punggung sisi bawah, Finka menyarankan kita untuk menjauh dari sisi perut, karena kucing  berevolusi untuk menjaga area ini terus terlindungi.

"Organ vital kucing terlihat di pusarnya, jadi mereka cenderung melihat sentuhan di area ini sebagai ancaman," kata Finka.

Lantas, bagaimana cara terbaik membelai kucing?

Seperti yang sudah disebut di atas, mungkin ada banyak kesalahan yang dapat kita lakukan saat membelai kucing.

Baca juga: 8 Perilaku Aneh Kucing Kepada Pemiliknya

Namun, ada beberapa area di tubuh kucing yang ramah untuk dibelai, dan kemungkinan besar memicu rasa bahagia.

Areal-areal itu antara lain, di sekitar wajah - terutama di pipi dan pangkal telinga, serta di bawah dagu.

“Ini mungkin karena area wajah mengandung banyak kelenjar kulit yang menghasilkan aroma,” kata Finka.

Kucing sangat termotivasi untuk menggunakan area ini agar bisa menyebarkan aromanya, jadi area ini mungkin secara intrinsik cukup nyaman untuk dirangsang,” sebut dia.

Tentu saja, kucing bisa menjadi sangat unik dan terlihat senang di belai di bagian lain. Lalu, bagaimana cara memastikannya?

Baca juga: 9 Alasan Anjing dan Kucing Perlu Disteril

Jika ragu, kita hanya cukup mencari sinyal "gairah positif", misalnya mendengkur, menggosok badan ke arah kulit kita, atau mengayunkan ekor dengan lembut ke samping.

Semua itu adalah pertanda baik, bahwa belaian yang kita berikan diterima dengan baik oleh hewan tersebut. 

Secara keseluruhan, pedoman tentang belaian terhadap kucing yang dipaparkan Finka tengah diteliti lebih dalam di Battersea Dogs and Cats Home, Inggris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.