Kompas.com - 16/03/2021, 14:59 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Dalam proses penyelesaian pun, kerap kali belum terwujud secara signifikan karena hanya sampai pada fase pengungkapan dan klarifikasi masalah.

Tidak ada komunikasi sebagai proses penuntasan masalah, sehingga masalah malah makin berkembang.

Namun, agaknya konflik tak hanya berkisar pada masyarakat ekonomi rendah saja.

Sebab, dalam penelitian ini pun terungkap, konflik serupa juga tetap terjadi di antara masyarakat kelas menengah.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya keluhan yang muncul di media sosial mengenai hal tersebut.

Baca juga: Apakah Kamu Tipe Tetangga yang Menyebalkan?

Salah satu akun Twitter @SeputarTetangga bahkan secara harian mengunggah curahan hati followers-nya soal hidup berdampingan dengan tetangga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Permasalahan yang kerap muncul misalnya saja parkiran, gosip, sampai kebiasaan tetangga yang dianggap menganggu.

Uneg-uneg yang muncul di dunia maya ini juga menggambarkan minimnya komunikasi. Jika pun ada, tidak menghasilkan penyelesaian yang menjawab bagi kedua belah pihak.

Conflict Resolution Service menyebutka, konflik antar tetangga dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tidak aman di rumah.

Permasalahan juga kerap terjadi jika orang yang hidup berdampingan tersebut menerapkan nilai yang berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X