Kompas.com - 17/03/2021, 11:48 WIB
Lego The Starry Night LegoLego The Starry Night
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada pertengahan Juni 1889, Vincent van Gogh secara sukarela memasuki rumah sakit jiwa Sant-Paul-de-Mausole Lunatic Asylum karena mengalami gangguan mental.

Saat di rumah sakit jiwa, meski dia memotong telinga kirinya, van Gogh terus melukis dan menghasilkan karya-karya paling terkenal dari sana.

Pada Juni itulah, van Gogh melukis The Starry Night atau "Malam Berbintang", salah satu karyanya yang paling populer.

Dalam surat kepada saudaranya, dia mengatakan bahwa lukisan itu adalah pemandangan yang dia lihat melalui jendela berjeruji besi di kamarnya. Dia melukis pemandangan tersebut lebih dari 20 kali.

Saat ini, mahakaryanya tersebut menjadi koleksi Museum Seni Modern di New York City. Meskipun Anda mungkin tidak dapat memiliki aslinya, Anda masih bisa mendapatkan salinannya, termasuk versi yang terbuat dari balok Lego.

Menariknya lagi, ide koleksi terbaru Lego kali ini berasal dari seorang mahasiswa PhD berusia 25 tahun yang bernama Truman Cheng.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengirimkan ide Starry Night versi Lego ke situs web Lego, hingga mendapatkan 10.000 dukungan suara, yang membuat perusahaan memproduksi set tersebut.

“Suatu hari, saya baru bermain Lego, dan saya menyadari bahwa menumpuk pelat Lego secara acak bisa sangat mirip dengan sapuan kuas van Gogh."

"Sungguh mengusik otak untuk menghasilkan trik dan teknik untuk menangkap tampilan lukisan aslinya, ” ujar Cheng.

Baca juga: Perhatikan, Rangkaian Bunga dan Bonsai Ini adalah Mainan Lego

Lego The Starry NightLego Lego The Starry Night
Untuk membuat ulang lukisan itu, Cheng menggunakan 1.552 balok, membuat bentuk 3 dimensi dari gambar 2 dimensi, termasuk awan yang berputar-putar, lereng bukit yang melengkung, dan pohon cemara yang menjulang tinggi.

Set ini juga termasuk figur mini Vincent van Gogh, yang dilengkapi dengan kuas cat, palet lukis, kuda-kuda, dan lukisan Starry Night berukuran mini. Tidak ada kabar apakah figur pelukis ini memiliki telinga kiri atau tidak. 

Cheng mengungkapkan bahwa Lego ini lebih dari mainan, melainkan juga sesuatu yang mirip dengan lukisan. 

“Saya bisa mengekspresikan diri, membuat karakter dan patung dari imajinasi saya. Ini adalah pengalaman yang sangat menenangkan di mana saya bisa melupakan masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari, dan tersesat dalam imajinasi saya sendiri. Ya, sangat mirip dengan lukisan,” cetusnya.

Baca juga: Set Terbesar, Lego Seri Roman Colosseum Miliki 9.036 Bagian



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.