Kompas.com - 22/03/2021, 14:41 WIB

KOMPAS.com - Saat mencuci pakaian dengan mesin cuci, terkadang sisa kotoran seperti jamur, lumut, kuman, dan bakteri dari pakaian tertinggal di dalam mesin cuci.

Jika mesin cuci tidak dibersihkan secara rutin, maka seluruh kotoran itu akan semakin menumpuk.

Sebagai alat yang sering digunakan untuk membersihkan pakaian, mesin cuci kita sebenarnya bukanlah benda yang bersih.

Demikian dikatakan Jennifer Ahoni, ilmuwan di Tide dan manajer komunikasi ilmiah senior di P&G Home Care.

Baca juga: 5 Tips Bersihkan Mesin Cuci Front Load

Lingkungan yang lembap, gelap, dan kotoran yang terus-menerus dibawa dari pakaian kita bisa menciptakan lingkungan yang sempurna bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.

Manfaat membersihkan mesin cuci

Menurut Ahoni, ada setidaknya tiga manfaat utama membersihkan mesin cuci secara teratur.

1. Membunuh kuman berbahaya

Mesin cuci bekerja membersihkan pakaian, tetapi kuman yang masuk ke mesin cuci dapat menyebar ke pakaian lain dan mesin cuci.

Jika itu terjadi, risikonya adalah pakaian yang kita kenakan dapat menimbulkan ruam, alergi, iritasi hingga infeksi.

Sebuah penelitian pada tahun 2019 yang dimuat ke dalam Applied and Environmental Microbiology mengungkap tentang hal ini.

Disebutkan, mesin cuci adalah reservoir patogen yang resisten terhadap berbagai obat, yang menginfeksi bayi baru lahir di unit perawatan intensif rumah sakit.

Kemudian, pada tahun 2015 ada penelitian yang diterbitkan ke dalam jurnal Frontiers in Microbiology mengungkap bakteri dari pakaian dalam tidak mati saat berada di mesin cuci.

Proses pencucian pakaian justru menyebarkan kuman ke pakaian lain.

Baca juga: Tips Mencuci Sepatu Olahraga dengan Mesin Cuci

Membersihkan dan mensterilkan mesin cuci menjadi solusi untuk menghilangkan dan membunuh kuman dan bakteri.

2. Membersihkan residu dan bau

Mesin cuci yang tidak dibersihkan akan membuat bau pakaian kotor menjadi lebih buruk.

Jamur akan tumbuh subur di lingkungan mesin cuci yang hangat dan lembap.

Akibatnya, pakaian yang dicuci dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada orang yang memiliki alergi.

Masalah umum lainnya, pakaian menjadi berbau tidak sedap usai dimasukkan ke dalam mesin cuci.

Membersihkan mesin cuci secara teratur bisa mencegah residu dan jamur menumpuk dan membuat pakaian berbau tidak sedap.

"Pakaian bersih membutuhkan mesin yang bersih," kata Ahoni.

3. Menjaga mesin cuci dalam kondisi optimal

Mesin cuci bukan benda yang murah, jadi sebaiknya kita menjaga mesin cuci agar awet dipakai selama bertahun-tahun.

Salah satu cara untuk meningkatkan umur panjang mesin cuci adalah membersihkannya secara teratur. 

Demikian kata Natalie Barrett, ahli pembersih dan pengawas kualitas di Nifty Cleaning Services.

Baca juga: Tabung Mesin Cuci Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Cara Membersihkannya

Membersihkan mesin cuci akan menjaga suku cadang mesin cuci tetap berfungsi dengan baik dan mencegah penumpukan sabun, kotoran, atau serat pakaian.

Memeriksa petunjuk untuk membersihkan mesin cuci

Sebelum membersihkan mesin cuci, periksa petunjuk produsen untuk membersihkan mesin. 

Beberapa mesin cuci memiliki siklus pembersihan internal, sementara mesin yang lain memerlukan larutan pembersih khusus.

Pembersihan mesin cuci juga tergantung seperti apa model mesin cuci yang dimiliki. Misalnya, mesin cuci bukaan atas menggunakan proses yang berbeda dari mesin cuci bukaan depan.

Jika petunjuk pembersihan mesin cuci tidak diterapkan, mesin cuci bisa rusak dan membutuhkan biaya perbaikan yang tinggi.

Tips membersihkan mesin cuci

Tindakan yang kita lakukan setiap hari terhadap mesin cuci akan memengaruhi seberapa sering kita perlu membersihkan mesin cuci tersebut.

Kita bisa menerapkan cara seperti ini:

- Membiarkan penutup mesin cuci dan drawer dispenser sedikit terbuka saat tidak digunakan.

Tujuannya, agar bagian dalam mesin cuci mengering dan mencegah air menumpuk di dalam drum.

Baca juga: Cegah Mesin Cuci Sebarkan Kuman

- Mengambil pakaian segera setelah siklus pencucian selesai. Jangan membiarkan pakaian berada di dalam drum terlalu lama.

- Menggunakan deterjen berefisiensi tinggi atau "HE". Deterjen berefisiensi tinggi diformulasikan secara khusus untuk mencegah busa berlebih dan penumpukan residu.

- Memilih siklus yang tepat untuk pakaian yang dicuci, sesuai rekomendasi pabrikan.

Jumlah air, suhu air, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk siklus pencucian dapat memengaruhi cara kita membersihkan pakaian dan memengaruhi kondisi mesin cuci.

Membersihkan dan mendisinfeksi mesin cuci sebulan sekali

Seiring waktu, mesin cuci menumpuk kotoran dan residu dari deterjen yang digunakan. Kotoran dan kuman juga bisa terperangkap di dalamnya.

Hal itu membuat mesin cuci tidak lagi efisien membersihkan pakaian dan menyebabkan banyak kontaminasi.

Demikian kata Diana Rodriguez-Zaba, cleaning specialist yang disertifikasi Institute of Inspection, Cleaning, and Restoration.

Rodriguez-Zaba juga adalah Presiden ServiceMaster Restoration by Zaba.

"Oleh karena itu, kita disarankan membersihkan dan mensterilkan mesin cuci setidaknya satu bulan sekali," kata Rodriguez Zaba.

Langkah membersihkan mesin cuci:

1. Mengosongkan mesin cuci

Mulailah mengosongkan mesin cuci pakaian, deterjen, atau barang lainnya.

Karena membutuhkan suhu dan produk yang berbeda, kita tidak dapat membersihkan pakaian dan mesin cuci secara bersamaan.

2. Mengelap bagian dalam dan luar mesin

Gunakan kain bersih dan lembap untuk mengelap kotoran yang terlihat, serpihan, dan terutama sisa deterjen atau pelembut kain.

Baca juga: Hati-hati, Mesin Cuci Bisa Jadi Sarana Penularan Flu

Barrett menyarankan untuk menambahkan satu atau dua cangkir soda kue, yang merupakan salah satu pembersih mesin cuci terbaik.

Soda kue akan bekerja sebagai zat abrasif untuk mengelap bagian dalam mesin cuci secara lebih menyeluruh.

Kita juga dapat menggunakan pembersih kaca pada jendela mesin bukaan depan dan semprotan pembersih ringan untuk bagian lain di mesin cuci.

3. Membersihkan packing karet

Pada mesin cuci bukaan depan, packing karet menyegel di sekitar pintu untuk mencegah air keluar.

Sedangkan, untuk mesin bukaan atas, packing karet biasanya berada di sekitar bagian atas drum atau tutupnya.

Gunakan handuk kertas atau sikat gigi untuk membersihkan kotoran yang masuk ke celah dan lipatan.

"Sebab, tempat ini adalah tempat di mana jamur biasa bersembunyi," kata Barrett.

4. Menjalankan siklus sterilisasi

Setiap merek dan model mesin cuci berbeda-beda. Ada mesin cuci yang sudah diprogram untuk menjalankan siklus sterilisasi secara otomatis, namun sebagian mesin lain harus menjalankan siklus itu secara manual.

Berikut cara manual untuk menjalankan siklus sterilisasi pada mesin cuci:

Baca juga: Mesin Cuci Khusus untuk Pakaian Hijab

- Mengatur mesin cuci ke siklus air terpanjang dan terpanas. Masukkan dua cangkir soda kue ke dalam drum dan nyalakan.

- Menyetel mesin untuk siklus kedua yang panjang dan panas. Tambahkan 2-4 cangkir cuka putih ke drum dan nyalakan.

"Jika ada bau yang membandel, kita bisa menghentikan siklus sanitasi sesaat dan membiarkan campuran cuka dan air selama beberapa jam sebelum pembilasan," kata Rodriguez-Zaba.

- Setelah kedua siklus selesai, seka drum dengan kain bersih yang dicelupkan ke dalam cuka.

Ada pun cara lain membersihkan mesin cuci yaitu menggunakan cleaner.

"Produk cleaner seperti tablet pembersih, kantung, dan bubuk, mengandung bahan kimia antimikroba yang membunuh sebagian besar jenis virus dan bakteri," kata Ahoni.

Sebaiknya kita mengikuti petunjuk di kemasan produk. Untuk mesin bukaan atas, masukkan produk langsung ke dalam drum.

Sedangkan, untuk mesin bukaan depan, masukkan produk ke dalam drawer deterjen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.