Kompas.com - 29/03/2021, 17:12 WIB
Ilustrasi memarahi anak shutterstockIlustrasi memarahi anak

KOMPAS.com - Sebagian besar orangtua pasti pernah memarahi anak-anaknya dengan cara berteriak jika perilaku mereka menyebalkan atau susah diatur.

Namun demikian, berteriak marah sebenarnya kurang efektif untuk mengubah perilaku anak. Malah, berteriak marah juga menimbulkan efek yang kurang baik pada otak anak-anak.

Menurut penelitian yang dilakukan di University of Montreal dan CHU Sainte Justine Research Centre bersama dengan tim peneliti dari Stanford University, ditemukan adanya hubungan antara frekuensi pola ibu berteriak dengan ukuran otak anaknya.

Mereka mengungkapkan, bahwa bentuk pola pengasuhan yang keras seperti berteriak dapat membahayakan perkembangan otak anak-anak.

Dalam penelitian sebelumnya, para peneliti sebenarnya sudah melihat efek berteriak pada otak anak. Tetapi dengan penelitian terbaru ini mereka menjadi lebih tahu kalau hal itu dapat memengaruhi struktur dan bentuk otak anak secara signifikan.

Baca juga: Cara Atasi Anak Tantrum Tanpa Berteriak

Disebutkan, seorang anak yang sering mendengar teriakan dari orangtuanya akan mengalami penyusutan ukuran otak hingga mereka mencapai usia remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi tersebut menggunakan data dari anak-anak yang dipantau sejak mereka lahir di awal tahun 2000-an.

Para ahli memperhatikan pola pengasuhan dan tingkat kecemasan anak setiap tahun dalam rentang usia anak  antara 2-9 tahun.

Kemudian anak-anak dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan paparan terhadap pola pengasuhan yang kasar dengan teriakan.

Mereka juga mengambil anak-anak yang sama ini ketika berusia antara 12-16 tahun dan menyelesaikan MRI untuk melihat struktur otak anak tersebut.

Hasilnya, anak-anak yang sering terpapar oleh teriakan dengan intensitas yang tinggi memiliki ukuran otak yang lebih kecil daripada anak-anak yang tidak terpapar.

Ini sekaligus menjadi studi pertama yang menemukan hubungan langsung antara pola pengasuhan yang keras dengan kecemasan anak-anak dan anatomi fisik otak mereka, terutama pada bagian otak.

Baca juga: 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.