Kompas.com - 22/04/2021, 16:21 WIB
Konten video pembukaan persalinan yang dibuat dr Kevin Samuel di akun TikTok @dr.kepinsamuelmpg, Sabtu (17/4/2021) dikecam karena pelecehan perempuan. Akun tersebut sudah hilang dari TikTok, tetapi videonya tersebar luas di berbagai platform sosial media. Tangkapan layar TwitterKonten video pembukaan persalinan yang dibuat dr Kevin Samuel di akun TikTok @dr.kepinsamuelmpg, Sabtu (17/4/2021) dikecam karena pelecehan perempuan. Akun tersebut sudah hilang dari TikTok, tetapi videonya tersebar luas di berbagai platform sosial media.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, konten TikTok "pembukaan persalinan" yang dibuat oleh dokter Kevin Samuel viral di media sosial.

Sejumlah pihak menilai video berdurasi 15 detik itu bernuansa melecehkan perempuan.

Meski sudah meminta maaf, perbuatan Kevin dinilai telah melakukan pelanggaran etika profesi kedokteran kategori sedang. Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jakarta Selatan.

Kasus Kevin seharusnya membuat kita sadar untuk tidak asal mengunggah konten di media sosial.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu kita pikirkan sebelum mengunggah konten agar tidak berimplikasi buruk di masa depan.

Baca juga: Video TikTok Persalinan Langgar Etika Profesi, Dokter Kevin Samuel Minta Maaf

Nah, setidaknya, ada lima pertanyaan yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk mengunggah konten, antara lain:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Apa kebijakan media sosial dari tempat kita bekerja?

Dalam konteks dokter Kevin Samuel, mungkin penting untuk mempertimbangkan etika kedokteran dan penyedia layanan kesehatan tempat bekerja.

Sementara untuk masyarakat lain, mungkin bisa pula mempertimbangkan apakah perusahaan tempat kita bekerja punya kebijakan khusus terkait media sosial.

Menurut pelatih karir dari the Muse, Christie Artis, yang telah berpengalaman di bidang SDM selama 20 tahun mengungkapkan, sekarang banyak perusahaan memiliki kebijakan yang sangat spesifik tentang apa yang boleh dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan karyawannya.

Ini bisa jadi termasuk jika karyawan melanggar aturan atau pedoman membicarakan perusahaan secara online.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.