Kompas.com - 28/04/2021, 22:09 WIB
Armin Strom Pure Resonance Sky Blue studio1Armin Strom Pure Resonance Sky Blue
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Dalam ajang Watch & Wonders Shanghai kemarin, Armin Strom mengenalkan edisi terbatas arloji klasik yang bernama Pure Resonance Sky Blue.

Arloji itu hanya dibuat sebanyak tiga buah oleh perusahaan jam asal Swiss tersebut.

Pada Pure Resonance Sky Blue, material white gold diterapkan di bagian casing berdimensi 42 mm x 13 mm. Ukuran casing arloji ini mengadopsi Pure Resonance yang dirilis pada 2018.

Bagian crown atau kenop pemutar jam didesain ulang menjadi lebih flat, sehingga crown tersebut lebih ergonomis.

Garis-garis vertikal lebar yang ditampilkan di bagian depan arloji dipadukan dengan dial dan subdial kecil buatan Kari Voutilainen berwarna biru langit, serta mesin jam di sebelahnya.

Indikator waktu di bagian dial yang menggunakan angka Romawi I-XII dengan pola garis yang meniru rel kereta api di atasnya, serta jarum jam dan menit berbahan baja mendapatkan warna putih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pola barleycorn guilloche yang tampak rumit di bagian tengah dial dibikin secara manual di workshop Voutilainen.

Armin Strom Pure Resonance Sky Blue Armin Strom Pure Resonance Sky Blue
Sementara itu, subdial yang "menindih" angka VII dan VIII terlihat lebih sederhana. Hanya ada baton hand (jarum penunjuk detik) dan indikator putih yang kecil disertai pola konsentris (garis-garis yang melingkar).

Di bawah angka XII, Armin Strom memberikan pembaruan dengan menggunakan logo perusahaan "A". Sebab, pada Pure Resonance yang dirilis di tahun 2018, perusahaan itu menyematkan teks besar "Armin Strom", bukan logo.

Perubahan desain pada Pure Resonance Sky Blue membuat arloji ini lebih apik secara visual.

Pasalnya, pengguna bisa melihat mesin arloji lebih jelas dengan clutch spring yang menghubungkan dual balance wheel.

Dial jam berwarna biru langit juga terkesan mencolok, apalagi ditambah pola konsentris dan barleycorn guilloche yang membutuhkan keahlian serta ketelitian dari pembuat jam.

Bagian dial mendapat energi dari regulator bawah, sementara regulator atas dibiarkan untuk menciptakan resonansi, menurut Armin Strom.

"Tujuan utama saya adalah meningkatkan presisi kronometrik dengan menjaga status resonansi yang konsisten," ujar co-founder Armin Strom, Claude Greisler.

"Tetapi konsistensi itu juga merupakan syarat untuk mempertahankan tampilan kinetik di bagian dial jam tangan kami."

"Dengan banyak waktu dan usaha, ambisi teknis dan estetika kami akhirnya tercapai," sambung Greisler.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Armin Strom (@arminstrom)

Mesin kaliber ARF16 arloji ini sama persis dengan yang disematkan pada Pure Resonance 2018, dilengkapi mainspring barrel ganda untuk memberikan tenaga pada dua balance wheel.

Juga, mesin tersebut menawarkan cadangan daya selama 48 jam.

Dengan minimnya fungsi yang dihadirkan Armin Strom, arloji tersebut bisa menampilkan waktu secara lebih akurat.

Bahkan, pihak perusahaan mengklaim bahwa arloji ini sama presisinya seperti kronometer laut, jam tangan yang digunakan di kapal untuk menentukan posisi kapal dengan navigasi angkasa.

Armin Strom Pure Resonance Sky Blue ref PUR-3214 disempurnakan dengan tali berbahan kulit buaya hitam dan gesper baja.

Harga jual yang ditawarkan Armin Strom untuk arloji ini adalah 80.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 miliar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.