Kompas.com - 16/05/2021, 15:05 WIB
Prilly Latuconsina ketika sedang memetik beberapa hasil tanam sayur organik di kebun rumahnya. TANGKAP LAYAR INSTAGRAM @prillylatuconsina96Prilly Latuconsina ketika sedang memetik beberapa hasil tanam sayur organik di kebun rumahnya.

KOMPAS.com - Aktris Prilly Latuconsina ternyata punya kebun sayur organik di samping rumahnya. Di kebun tersebut, ia menanam beberapa jenis sayuran, seperti kangung dan bayam.

"Jadi, kalau di rumah aku kalau nyayur sayurnya, apa namanya, nyabut sendiri," kata Prilly dalam videonya di Instagram. Saat itu, Prilly sedang mengajak teman-temannya memetik hasil sayur di kebunnya.

"Ini non pestisida, ini organik. Mereka aku suruh bawa pulang kangkung."

Baca juga: Selain Rumah Mewah, Prilly Latuconsina Punya Kebun Sayur Organik

Manfaat berkebun sayur organik

Seperti yang diungkapkan Prilly, salah satu manfaat memiliki kebun sayur organik adalah dapat memastikan sayur yang kita konsumsi bebas pestisida.

Namun, manfaat berkebun sayur organik sebetulnya sangat banyak, termasuk manfaat dari aktivitas berkebun itu sendiri.

Sebetulnya, ketahui dulu apa sih yang dimaksud "organik"?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kata organik sebetulnya mengacu pada cara tanam dan pengolahan produk pertanian yang bertujuan memenuhi tujuan seperti:

  • Meningkatkan kualitas tanah dan air.
  • Mengurangi polusi.
  • Menyediakan habitat ternak yang aman dan sehat.
  • Mempromosikan siklus sumber daya mandiri di sebuah pertanian.

Istilah "organik" tidak sama dengan "alami".

Secara umum, istilah alami pada label makanan berarti makanan tidak menggunakan pewarna, perasa atau pengawet buatan, tetapi tidak mengacu pad ametode atau bahan yang digunakan untuk menghasilkan bahan makanan tersebut.

Menurut berbagai sumber, berikut sejumlah manfaat berkebun sayur organik yang bisa kita dapatkan:

1. Praktis

Sayur dapat dimanfaatkan untuk memasak berbagai hidangan serta dikonsumsi sebagai salad atau lalap.

Namun, sayur juga punya waktu penyimpanan yang terbatas sehingga kita tidak bisa menyimpan stok untuk berbulan-bulan, misalnya.

Memiliki kebun sayur organik membuat keseharian kita menjadi lebih praktis karena, seperti kata Prilly, kita bisa langsung memetik sayur dari kebun untuk dimasak.

Sementara pergi ke warung sayur, pasar atau supermarket untuk membeli sayur lebih menghabiskan waktu dan tenaga.

Baca juga: Makan Aman dengan Bahan Pangan Organik

2. Sayur lebih segar

Menanam sayur sendiri di rumah akan membiasakan diri kita untuk belajar di musim mana sayur tertentu memiliki kandungan nutrisi yang paling tinggi dan rasa yang paling enak.

Selain itu, karena umumnya dipetik ketika diperlukan, maka kita akan cenderung mendapatkan sayur dalam kondisi yang lebih segar ketimbang sayur yang sudah kita simpan berhari-hari di kulkas.

Sayur dan buah yang matang secara alami di kebun dan dikonsumsi dalam waktu maksimal beberapa hari setelah panen cenderung memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada sayur yang dibeli di toko.

Kebanyakan sayur-sayuran yang ada di toko sudah dipilih lebih awal, didistribusikan, dan disimpan hingga dibeli. Seiring berjalannya waktu kandungan nutrisinya akan semakin berkurang.

3. Lebih sering makan sayur

Tanpa disadari, memiliki kebun sayur sendiri akan membuat kita lebih rajin makan sayur dan lebih kreatif dalam mencari cara penyajiannya agar sayur tak terbuang.

Apalagi, sayur punya masa tanam ideal dan harus segera dipetik jika sudah waktunya. Situasi itu "memaksa" kita untuk mengonsumsi sayurnya, daripada dibuang.

4. Bisa menanam berbagai varietas

Memiliki kebun sendiri memungkinkan kita untuk menanam berbagai varietas sayur organik dengan rasa dan tesktur yang berbeda-beda, yang mungkin sulit kita temukan di toko.

Ilustrasi sayur organik yang ditanam sendiri di rumah.PIXABAY/JILLWELLINGTON Ilustrasi sayur organik yang ditanam sendiri di rumah.
5. Mengurangi risiko kontaminasi makanan

Menanam sayur sendiri juga membantu memastikan dari mana sumber makanan yang kita makan.

E. coli, Salmonella, dan Listeria adalah bakteri penyakit yang paling umum ditemui pada makanan seperti sayur dan buah di banyak negara.

Jika menanamnya sendiri, kita bisa lebih memastikan bahwa sayuran yang kita makan bebas kontaminasi bakteri.

Baca juga: Makanan Organik Lebih Mahal, Apa Sebabnya?

6. Hemat pengeluaran

Kita memang perlu uang untuk menyediakan lahan bercocok tanam, namun untuk berkebun sederhana kita sebetulnya tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.

Bahkan, wadah kecil seperti kaleng atau botol bekas saja sudah bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur.

Menanam sayur sendiri dapat membantu kita menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli dari luar. Apalagi beberapa sayur punya harga yang fluktuatif di pasar.

7. Memperbanyak aktivitas fisik

Berkebun, tak hanya berkebun sayur organik, akan membuat kita lebih terbiasa menghirup udara segar dan mendapatkan paparan sinar matahari lebih sering.

Jika turun langsung merawat kebun, kita juga akan menggerakkan fisik lebih banyak karena melakukan kegiatan seperti menggali, menanam, memanen, dan tugas-tugas berulang lainnya yang sama dengan olahraga low-impact.

Untuk diketahui, berkebun selama 45 menit dapat membakar kalori sama dengan lari 2,5 km dalam 15 menit, lho.

Aktivitas fisik rutin akan membuat kita merasa lebih nyaman dan lebih sehat, serta meningkatkan kesejahteraan diri karena stres hilang, energi meningkat, dan ketegangan berkurang.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Berkebun Baik untuk Kesehatan

8. Bebas pestisida

Dibandingkan dengan produk yang ditanam secara konvensional, produk yang ditanam secara organik memiliki tingkat residu pestisida yang lebih rendah.

Penggunaan pestisida dan bahan kimia dapat menimbulkan sejumlah masalah lingkungan yang negatif, seperti:

  • Memungkinkan ketahanan penyakit pada tanaman, seperti gulma, serangga pemakan tumbuhan, jamur, dan bakteri.
  • Pestisida dan bahan kimia yang disemprotkan ke tanaman dapat mencemari tanah, pasokan air, dan udara.
  • Tingkat pestisida tertentu dapat menjadi racun bagi manusia, meskipun pada tingkat rendah yang aman tetap aman untuk dikonsumsi.

9. Baik untuk lingkungan

Uji coba yang dijalankan oleh Rodale Institute dalam Farming Systems Trial sejak 1981 menunjukkan bahwa sitem pertanian organik yang sehat dapat membantu mengurangi karbon dioksida dan memperlambat perubahan iklim.

Selain itu, menanam secara organik juga membantu menjaga ketersediaan air.

Persediaan air yang berkurang dan kesehatan air yang buruk merupakan ancaman kehidupan yang sangat nyata.

Jika pasokan air kita terancam, manusia dan seluruh makhluk hidup di planet ini akan menderita.

American Rivers mencatat bahwa pencemaran air yang utama ke sungai-sungai di Amerika Serikat adalah limpasan dari pertanian non-organik, seperti pestisida berbahaya, pupuk beracun, dan kotoran hewan.

Pertanian organik membantu menjaga persediaan air di bumi tetap bersih dari limpasan yang tercemar tersebut. Pertanian organik juga membantu menghemat air.

Baca juga: Cara Mudah Mengolah Sampah Organik di Rumah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.