Kompas.com - 18/05/2021, 16:00 WIB

Kemudian, bisa pula untuk memulai tingkatkan interval lari satu menit per latihan, sampai akhirnya kita mampu berlari sepanjang jarak tanpa harus diselingi berjalan.

 2. Jangan terlalu cepat

Tubuh harus terbiasa dengan tekanan dan ketegangan baru saat berlari. Banyak pelari pemula memulai jogging terlalu cepat.

Padahal, kondisi semacam itu rentan memicu kelelahan dan bahkan cedera.  Jadi, mulailah jogging dengan kecepatan sedang.

Selama jogging, pertahankan kecepatan, usahakan jangan berubah-ubah.

Jika sudah mulai terbiasa, maka pada saat berlari kita dapat mulai menambah kecepatan secara bertahap.

3. Waktu pemulihan

Ketika jogging dilakukan dengan lancar pada hari pertama, maka tentu semangat akan terjaga untuk hari berikutnya.

Baca juga: 5 Langkah Memiliki Paha Ramping dengan Jogging

Namun, hal ini tidak disarankan. Sebab, tubuh memerlukan jeda waktu sehari untuk beristirahat dan mengalami pemulihan.

Sascha mengatakan, tubuh membutuhkan adaptasi dengan tuntutan baru pada sistem kardiovaskular, dan mempersiapkan otot dan tulang untuk lari berikutnya.

Kita bisa membuat jadwal pelatihan dengan menetapkan satu hari jogging, satu harinya istirahat.

Rencana pelatihan sederhana ini dapat membantu pelari pemula mencapai efek pelatihan terbesar dan menghindari cedera.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Runtastic
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.