Kompas.com - 20/05/2021, 17:00 WIB

Begitu tiba di dokter hewan, dokter akan mencoba memastikan apakah gigitan itu berbisa atau tidak.

Meskipun gigitan ular mengandung racun, kita tidak perlu langsung panik.

Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Queensland menunjukkan kucing dua kali lebih mungkin bertahan hidup dari gigitan ular berbisa dibandingkan anjing.

"Pada waktu yang lama, ini hanya semacam kisah," kata Natalie Marks, DVM di VCA Blum Animal Hospital di Chicago, Amerika Serikat.

"Tapi pada dasarnya aliran pembekuan pada kucing berbeda daripada anjing."

"Saat anjing digigit ular, sistem pembekuan darah hewan itu mengalami kegagalan lebih cepat daripada kucing."

Kucing juga lebih mungkin digigit di bagian tubuh yang memiliki proses pemulihan yang lebih baik seperti kaki atau kuku, karena kebiasaan kucing sebagai pemangsa, menurut Marks.

Namun, kita tetap harus mencari bantuan medis, karena dokter akan mengecek adanya tanda-tanda keracunan pada kucing seperti syok atau kesulitan bernapas.

Setelah cairan penawar racun disuntikkan, dokter hewan akan terus memeriksa organ dalam kucing untuk melihat apakah ada efek lanjutan dari gigitan tersebut.

Untuk gigitan ular yang tidak berbisa, dokter akan meminta kita memantau area gigitan selama periode pemulihan sekitar 3-5 hari guna memastikan luka di area itu sembuh.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Paws
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.