Kompas.com - 21/05/2021, 10:35 WIB
Paul McCartney AFP PHOTOPaul McCartney

KOMPAS.com - Musisi legendaris Paul McCartney memiliki karir yang luar biasa. Personel the Beatles ini masih menulis lagu dan tampil meski usianya sudah menginjak 78 tahun.

Namun keadaan seperti itu tidak terjadi secara alami. Sebab, ada banyak hal yang dilakukan Paul untuk mencapai kebugaran di usia lanjut.

Menurut sang putri Mary McCartney, ada dua hal yang dilakukan ayahnya dalam menjalani hidupnya, resep kentang tumbuk dan rutinitas yoga matanya.

Baca juga: Seberapa Efektif Kacamata Khusus Antisinar Biru dari Gadget?

Pada episode 12 Mei dari podcast Table Manners, Mary mengatakan, kadang-kadang di penghujung malam, dia masih mencari video yoga mata ayahnya dari tahun 2010 di Google.

"Ketika dia di India, dia belajar eye yoga, dan dia benar-benar merekamnya, dan menaruhnya di YouTube untuk orang-orang," kata Mary.

Mungkin karena kebiasaan itulah, kata Mary, ayahnya hingga saat ini masih belum memakai kacamata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paul bercerita, seorang yogi yang ditemuinya menjelaskan bahwa mata memiliki otot sedangkan telinga tidak.

"Jadi kamu tidak bisa melatih telingamu. Tapi kamu bisa melatih matamu," ungkap sang yogi seperti dituturkan Paul.

Paul mengatakan, untuk berlatih yoga mata, pertahankan kepala tetap diam, lalu melihat ke atas sejauh yang kita bisa.

"Satu, dua, tiga, kembali ke tengah, lalu ke bawah, satu, dua, tiga, lalu kembali ke tengah," kata Paul.

Baca juga: Kisah Presenter TV yang Terpaksa Pakai Kacamata demi Anaknya...

Kita harus melakukan ini tiga kali, dan kemudian mengulanginya ke kanan dan kiri dengan pola sama.

“Setelah melakukan pola salib, atas dan bawah, dan ke samping, sekarang lakukan diagonal,” lanjut dia.

Meskipun ayah dan anak itu sekarang menjadi pendukung utama yoga mata, namun keluarga McCartney realistis mengenai efek yang mereka rasakan.

"Saya tidak tahu apakah itu sebabnya saya tidak membutuhkan kacamata saat membaca koran," kata Paul.

Paul juga mengaku pernah menasihati seorang teman yang penglihatan putrinya memburuk untuk mencoba yoga mata. Hasilnya, anak itu tidak membutuhkan kacamata selama beberapa tahun kemudian.

Namun demikian, Mary berkata, sekalipun usaha dari yoga mata tidak berhasil, tetapi tetap terasa menyenangkan.

Apa kata pakar?

Untuk memeriksa klaim Paul, laman Today berbicara dengan John Hovanesian, MD, Jurubicara klinis untuk American Academy of Ophthalmology.

Baca juga: Ganti Kacamata Baru Bikin Pusing? Ini Cara Mengatasinya

"Kita semua menua secara berbeda, dan apa yang berhasil untuk salah satu dari kita mungkin tidak berhasil juga untuk orang lain," ungkap John.

"Dengan yoga mata, idenya adalah mencoba membuat mata melakukan hal-hal yang sedikit di luar rentang aktivitas yang biasanya dilakukan, seperti halnya yoga biasa," sambung dia.

"Ini tentu saja tidak membahayakan mata, dan mungkin memiliki beberapa manfaat, tetapi sulit untuk dipelajari," sebut dia.

John menambahkan, senam mata dalam bentuk apa pun berpotensi membantu menunda kebutuhan akan kacamata, yang kerap muncul seiring dengan bertambahnya usia.

Dia lalu menambahkan, menjaga kesehatan mata adalah penting, terutama seiring bertambahnya usia.

John mengatakan, banyak orang menderita ketegangan mata saat bekerja di layar sepanjang hari.

Melatih mata dapat membantu meredakan beberapa dampak negatif. Itulah sebabnya amat disarankan untuk beristirahat secara teratur saat bekerja di depan layar.

Baca juga: Kacamata Antiradiasi untuk Anak

"Luangkan beberapa menit untuk beristirahat setiap 30 menit," kata John.

Dan, penting juga untuk memeriksakan mata secara teratur, tegasnya.

Seiring bertambahnya usia, kita menjadi lebih rentan terhadap kondisi mata seperti glaukoma atau katarak, tetapi pemeriksaan rutin dapat membantu mengetahui masalah sejak dini.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.