Kompas.com - 21/05/2021, 12:00 WIB

Demikian dipaparkan Sam Handy, Vice President of Design for Running shoes di Adidas.

Desain baru ini menggambarkan perubahan radikal di bidang manufaktur yang dimungkinkan oleh perusahaan 3D printing.

Selain itu, desain yang ada pada sepatu 4DFWD tidak dapat dibuat lewat metode pengecoran, molding, ekstrusi, atau mesin konvensional.

Sebuah survei terhadap 1.900 perusahaan 3D menemukan 52 persen perusahaan menggunakan 3D printing untuk membuat produk, tidak sekadar prototipe.

Survei itu dilakukan Sculpteo, perusahaan 3D printing yang merupakan anak perusahaan asal Jerman, BASF.

Metode 3D printing paling sering digunakan untuk membuat bentuk kompleks dan kustomisasi massal yang disesuaikan secara digital.

Proses pembuatan produk yang dilakukan oleh perusahaan Carbon, yaitu Digital Light Synthesis, berbeda dari kebanyakan 3D printing.

Baca juga: Adidas 4DFWD, Sepatu Lari yang Memberi Tolakan ke Depan

Digital Light Synthesis memancarkan sinar ultraviolet secara hati-hati ke dalam kumpulan tipis resin cair yang mengeras dalam cahaya.

Saat produk terbentuk, secara bertahap bahan akan terangkat dan resin baru mengeras. Hasilnya diklaim menjadi bahan yang lebih konsisten dan kuat.

3D printing mulai mendapat perhatian selama pandemi, ketika perusahaan dan rumah tangga menganggap teknologi tersebut berguna untuk memproduksi peralatan pelindung pribadi seperti pelindung wajah (face shield).

Adidas dan Carbon mengevaluasi 5 juta kemungkinan struktur kisi sebelum menetapkan pola dasi kupu-kupu untuk sepatu 4DFWD.

Baca juga: Slip-On Fear of God, Benarkah Kolaborasi dengan Adidas?

Kedua kolaborator menguji desain sepatu tersebut dengan atlet lari, serta para ahli di University of Calgary dan University of Arizona.

Adidas 4DFWD diprediksi akan hadir di pasaran mulai 1 Juli dengan harga sekitar 240 dollar AS atau setara Rp 3,4 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.