Kompas.com - 08/07/2021, 17:34 WIB
Pelajar saat menerima vaksin dari tenaga kesehatan di SMA 20 Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta orang tua mendorong anak berumur 12 hingga 17 tahun mengikuti vaksinasi covid-19. Seluruh anak sekolah pada rentang usia ini dipastikan akan mendapatkan vaksin covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPelajar saat menerima vaksin dari tenaga kesehatan di SMA 20 Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta orang tua mendorong anak berumur 12 hingga 17 tahun mengikuti vaksinasi covid-19. Seluruh anak sekolah pada rentang usia ini dipastikan akan mendapatkan vaksin covid-19.

KOMPAS.com – Orang-orang yang tidak divaksin Covid-19 bukan hanya membahayakan kesehatannya, tetapi juga lingkungannya. Sebab, jika ia terinfeksi Covid-19 virusnya bisa saja bermutasi.

Para ahli mengingatkan, satu-satunya sumber varian baru virus corona adalah tubuh orang yang terinfeksi atau inangnya.

Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, PhD, SpBA, mengatakan, kemunculan varian virus corona yang baru dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya.

“Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru,” ujarnya dalam acara Dialog Produktif KPCPEN secara virtual (7/7/2021).

Baca juga: Cegah Penularan Varian Delta, Masyarakat Diminta Gunakan Dua Lapis Masker

Dia menjelaskan, ketika ada virus corona masuk ke inang dan tidak ada pertahanan tubuh (karena belum divaksin), maka virus itu akan bermutasi.

Semakin banyak orang yang tidak divaksin, makin besar kemungkinan virus itu bermutasi. Jika orang yang terinfeksi menularkannya ke orang lain, maka yang ditularkan adalah virus yang sudah bermutasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Demikian seterusnya ia akan bermutasi sampai akhirnya virus itu merasa fit. Hal itu terjadi di India dengan munculnya varian virus Delta, ” kata Gunadi.

Selain adanya inang, menurut Gunadi interaksi sosial juga bisa jadi sumber mutasi virus.

“Virus tidak bisa hidup tanpa inang. Otomatis kalau inangnya tidak ada interaksi sosial akhirnya virus itu dikalahkan oleh sel imun orang tersebut dan tidak bisa menyebarang ke inang lain dan mati,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Divaksin, Bisakah Menularkan Virus?

Itu sebabnya, selain membatasi aktivitas di luar rumah dan isolasi untuk yang terinfeksi, Gunadi menekankan pentingnya vaksinasi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.