Kompas.com - 27/07/2021, 13:07 WIB
Ilustrasi gaya dekorasi rumah Japandi. SHUTTERTSTOCK/FOLLOWTHEFLOWIlustrasi gaya dekorasi rumah Japandi.

KOMPAS.com - Dalam dunia desain interior, definisi kemewahan sepertinya telah berubah. Gaya mentereng yang dulu populer, kini tergantikan dengan gaya minimalis.

Desain arsitektur yang mengusung konsep minimalis dan menjadi tren belakangan ini adalah arsitektur Japandi.

Interior rumah bergaya Japandi merupakan perpaduan antara desain Jepang dan Skandinavia, yang diperkirakan mulai muncul sejak 2017.

Baca juga: Mengenal Japandi, Desain Minimalis Perpaduan Jepang dan Skandinavia

Masing-masing desain menonjolkan estetika kesederhanaan, elemen alami, dan kenyamanan.

"Desain Japandi adalah kombinasi dari fungsionalitas Skandinavia dan desain minimalis Jepang."

"Gaya ini untuk menciptakan perasaan kesederhanaan, kedekatan dengan alam, serta ruangan yang bernilai seni," kata Leni Calas dari Ward 5 Design.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Calas mengatakan, pada desain Japandi, akan terdapat banyak bahan alami, warna-warna kalem, garis yang bersih, serta perabotan yang minimalis namun tertata dengan baik.

Dekorasi minimalis Japandi atau perpaduan Jepang dan Skandinavia diprediksi akan jadi tren di tahun 2021.SHUTTERSTOCK/APINYA KURAKHAN Dekorasi minimalis Japandi atau perpaduan Jepang dan Skandinavia diprediksi akan jadi tren di tahun 2021.

Desain Japandi menampilkan keahlian yang indah dengan berfokus pada kualitas dan kreasi buatan tangan di dalam rumah yang sederhana.

Selain itu, ada banyak pilihan warna dan cat netral untuk furnitur dan aksesori Jepang.

Palet yang bernuansa tenang biasanya menjadi pilihan utama. Ketika palet tersebut dipadukan dengan warna-warna cerah, hasilnya adalah desain yang bermakna dan halus.

Juga, desain Japandi menekankan keberlanjutan (sustainability).

Baca juga: Japandi, Tren Desain Rumah Kombinasi Ala Jepang dan Scandinavian

Material alami dan desain sederhana yang ramah lingkungan membuat desain ini kian dilirik masyarakat.

Apabila kita termasuk akrab dengan desain bergaya Skandi, kemungkinan besar kita pernah mendengar konsep "Hygge".

Hygge adalah konsep Skandinavia tentang kenyamanan dan kesederhanaan dalam desain.

Konsep ini menekankan, rumah kita haruslah menjadi tempat perlindungan dan memberikan perasaan nyaman.

Di sisi lain, Jepang memiliki konsep "wabi-sabi". Wabi-sabi adalah gagasan terkait adanya keindahan dalam ketidaksempurnaan.

Perpaduan gagasan ini dengan desain Skandinavia akan melahirkan sesuatu yang harmonis.

Desain Jepang dan Skandinavia tampak sempurna karena kedua desain berakar pada estetika minimalis dan kenyamanan.

Kedua pendekatan yang berbeda ini saling melengkapi. Warna desain Jepang yang lebih kaya membantu memertahankan palet rumah Skandinavia yang mencolok dan tajam.

Ilustrasi Japandi, dekorasi yang mempertemukan desain Jepang dan gaya minimalis Skandinavia.Followtheflow/SHUTTERSTOCK Ilustrasi Japandi, dekorasi yang mempertemukan desain Jepang dan gaya minimalis Skandinavia.

Demi menerapkan desain Japandi ke dalam rumah, kita bisa bermain dengan material alami seperti kayu mentah (unfinished wood) atau potongan bambu yang menghadirkan nuansa alam dan keindahan sederhana.

Baca juga: 5 Tips Menghadirkan Desain Rumah Japandi

Calas menyarankan kita untuk menggunakan warna keabu-abuan (muted) dengan aksen hijau pucat, atau meletakkan tanaman di dalam rumah untuk menghadirkan kesan outdoor.

Estetika desain Japandi mengutamakan garis yang bersih dan ruang terbuka, sehingga kita perlu membersihkan barang-barang yang berantakan.

Jika kita kesulitan menciptakan tampilan minimalis di rumah, kita dapat mempraktikkan minimalis semu (faux minimalism).

Caranya, sembunyikan barang-barang di kotak dan keranjang apabila tidak dapat disimpan di tempat lain, supaya ruangan tetap terlihat rapi.

Perlu diingat, properti atau perabotan yang digunakan dalam desain Japandi bukanlah produk sekali pakai. Maka dari itu, carilah properti yang bisa bertahan dalam waktu lama.

Desain Japandi adalah tentang penggunaan material yang berkelanjutan dan aman untuk planet bumi.

Desain ini adalah antidote atau bentuk "perlawanan" terhadap budaya sekali pakai yang sudah kita anut sedari dulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.