Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/08/2021, 16:46 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anak-anak yang tumbuh dalam kemiskinan mungkin menghadapi lebih banyak tantangan jika dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi terbilang mampu.

Namun, itu bukan berarti anak-anak yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit tidak dapat berkembang, dan memiliki masa depan finansial yang buruk pula.

Alih-alih melihat keuangan keluarga, pola pengasuhan justru memiliki dampak yang sangat besar terhadap kesuksesan finansial anak di masa depan.

Baca juga: Tips Pola Asuh agar Anak Lebih Cerdas

Nah, bicara soal gaya pengasuhan anak, ada empat jenis pola pengasuhan yang biasanya kita kenal antara lain, permisif/memanjakan, lalai/tidak terlibat, otoriter, dan responsif/sensitif.

Pola pengasuhan yang terbaik

Dari semuanya, pola pengasuhan sensitif telah terbukti menjadi yang paling efektif karena ada keterlibatan positif, interaksi, dan daya tanggap, serta harapan.

Dalam pola ini, orangtua menunjukkan kehangatan dan minat yang konsisten pada anak-anak.

Sehingga, gaya ini bisa membantu mereka mengembangkan emosi yang kuat, serta keterikatan yang aman untuk mengarah pada kehidupan yang lebih stabil, termasuk stabilitas keuangan.

Sebuah studi baru mengungkapkan, pengasuhan yang sensitif juga menghasilkan penghematan biaya bagi keluarga maupun manfaat finansial di masa depan saat anak-anak tumbuh dewasa.

Salah satu penulis studi sekaligus psikiater anak dan remaja, Stephen Scott menjelaskan, pengasuhan yang sensitif membuat anak-anak mengalami lebih sedikit kesulitan atau masalah yang merusak kehidupannya.

Pola asuh sensitif mencegah kemiskinan

Menariknya, pola asuh yang sensitif dapat menjadi sumber penting atau faktor pelindung bagi anak-anak yang menghadapi risiko yang terkait dengan kemiskinan.

Scott menemukan, efek finansial yang menguntungkan dari pengasuhan yang sensitif terbawa ke anggota keluarga lain dan bahkan seluruh komunitas.

Penelitian tersebut juga menunjukka, ketika orangtua dari anak-anak yang kurang beruntung ditawari kelas pengasuhan, mereka dapat mempelajari teknik pengasuhan yang sensitif.

Baca juga: Jadikan Anak sebagai Teman, Pola Asuh Idealkah?

Seiring waktu, mereka terus mempraktikkan kebiasaan baru itu dan interaksi mereka yang meningkat membuat perbedaan positif.

Pada akhirnya, kualitas pengasuhan yang lebih baik adalah prediktor yang kuat dari hasil pekerjaan, kesehatan, dan perilaku anak-anak di masa dewasa, yang semuanya memengaruhi stabilitas keuangan.

Lebih banyak uang, lebih banyak masalah

Pola asuh yang permisif atau memanjakan  identik di dalam keluarga yang memiliki lebih banyak uang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com