Kompas.com - 29/09/2021, 15:00 WIB
|
Editor Wisnubrata

Nah, mencukur akan memperburuk kondisi ini. Pasalnya, tidak seperti tweezing atau waxing, mencukur tidak menghilangkan rambut di folikel.

Lalu, terlepas dari mudah mengalami hipertrikosis secara genetic atau tidak, sebaiknya pertimbangkan kembali penggunaan pisau cukur untuk menghilangkan rambut halus di atas bibir. Berikut alasannya.

"Saat kita mencukur dengan pisau cukur, ujung rambut berpotensi lebih tumpul karena dipotong miring," kata dokter kulit bersertifikat Laurel Naversen Geraghty, yang praktik di Medford, Oregon.

"Hal ini dapat menyebabkan perasaan kasar saat rambut tumbuh kembali. Karena alih-alih ujung rambut yang lembut dan meruncing, ada ujung rambut yang lebih tumpul atau miring,” tambahnya.

Mungkin, kita tak akan menghiraukannya jika itu terjadi pada kaki. Namun, ujung tumpul itu akan terlihat lebih jelas di wajah, dan membuat rambut terasa lebih kasar, meski sebenarnya komposisi aslinya tidak berubah sama sekali.

“Bisa saja kita jadi terlalu sering mencukur karena hanya memotong rambut di permukaan kulit [dengan mencukur]),” tambah Mariwalla.

Baca juga: Pahami, Cara Mencukur Bulu dengan Benar

Cara terbaik untuk menghilangkan rambut halus di atas bibir dengan jangka panjang memang dengan laser, meski harganya cukup mahal.

Lalu, waxing maupun menggunakan krim obat penghilang rambut, cukup baik, karena menargetkan folikel rambut, yang berarti kita tidak perlu merasakan merasakan efek yang sama setelah bercukur.

Namun, setiap metode memiliki kekurangannya sendiri. Misalnya, kita bisa saja melakukan kesalahan saat waxing di rumah, sementara beberapa krim obat penghilang rambut dapat menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering.

Kendati demikian, mencukur juga memiliki kelebihan, yaitu merupakan cara termurah dan tercepat untuk menghilangkan bulu halus.

Jadi, pilihan tetap terletak pada diri sendiri. Menghilangkannya dengan bercukur atau ke salon, itu terserah, asal pahami risikonya.

Baca juga: Tips Bercukur untuk Kulit Wajah Sensitif

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber allure


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.