Kompas.com - 23/10/2021, 21:49 WIB
 Dalam file foto Rabu 8 Mei 2019 ini Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, berpose selama sesi pemotretan dengan putra mereka yang baru lahir Archie, di St George's Hall di Kastil Windsor, Windsor, Inggris selatan. AP PHOTO/DOMINIC LIPINSKI Dalam file foto Rabu 8 Mei 2019 ini Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, berpose selama sesi pemotretan dengan putra mereka yang baru lahir Archie, di St George's Hall di Kastil Windsor, Windsor, Inggris selatan.

KOMPAS.com - Pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle mengaku kewalahan setelah anak kedua mereka, Lilibet Diana, lahir.

Hal itu diungkapkan Meghan dalam sebuah surat terbuka yang dipublikasikan pada (22/10) tentang dukungannya terhadap cuti berbayar.

Surat terbuka yang ditulisnya, ia tujukan untuk Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan pemimpin mayoritas di Senat AS Chuck Schumer.

Duchess of Sussex menulis surat terbuka dengan mengatasnamakan seluruh orang tua di AS yang ingin kebijakan cuti berbayar diterapkan, agar mereka bisa berada di rumah usai anaknya lahir.

"Pada bulan Juni, aku dan suamiku menyambut kelahiran anak kedua kami. Seperti orang tua mana pun, kami sangat gembira. Seperti banyak orang tua, kami juga kewalahan," tulis Meghan.

Mantan bintang di serial "Suits" itu mengatakan memiliki dua orang anak adalah hal yang tidak mudah.

Walau demikian, dengan kondisinya sekarang, ia bersyukur bisa memilih tetap tinggal di rumah untuk fokus merawat anaknya yang baru lahir bersama Harry.

Sayangnya, lanjut Meghan, apa yang ia rasakan tidak bisa dialami oleh banyak pekerja di AS yang baru saja memiliki anak.

Kebanyakan dari mereka dihadapkan pada pilihan berat, apakah akan tetap tinggal di rumah atau kembali mencari nafkah usai anaknya lahir.

“Tidak ada keluarga yang harus memilih antara mencari nafkah dan memiliki kebebasan untuk merawat anak mereka, seperti yang akan kita lihat dengan rencana cuti berbayar,” tulisnya.

"Dalam merawat anak, Anda menjaga masyarakat, dan Anda menjaga negara. Karena ketika cuti berbayar menjadi hak, kami dapat mengatasi kesehatan mental, biaya perawatan kesehatan, dan finansial,” katanya.

Adapun, kebijakan cuti berbayar yang didukung ibu dua anak tersebut merupakan kampanye nasional yang digalang secara masif di AS. 

Organisasi yang mendukung cuti berbayar lantas mengunggah surat yang ditulis Meghan ke situs mereka.

Walau kebijakan tersebut menjadi salah satu program Joe Biden, namun nampaknya cuti berbayar akan dihapus dari undang-undang jaring pengaman sosial yang coba disahkan oleh Demokrat.

Harry, sebagai orang tua, telah berusaha memberi contoh dengan mengambil cuti setelah kelahiran Archie dan Lilibet.

Pada bulan Juni lalu, Harry dan Meghan telah mengumumkan proyek besar pertama mereka dengan mendirikan lembaga nonprofit yang dinamai Archewell.

Keputusan itu diambil keduanya usai mengundurkan diri dari Kerajaan Inggris dan memutuskan menjadi warga biasa dengan pindah ke California.

Baca juga: 6 Fakta Kelahiran Lilibet Diana, Anak Kedua Pangeran Harry dan Meghan Markle

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.