Kompas.com - 17/12/2021, 22:19 WIB

Selain itu, perlu diingat, meski kita perlu berhati-hati dalam mengaplikasikan pelembap yang dijual bebas, berhati-hatilah jika menggunakannya sebagai tindakan pencegahan.

"Ini adalah kesalahan yang sangat umum. Tak jarang seseorang terus menggunakan steroid topikal bahkan setelah gejala teratasi," kata Casselman.

Padahal, masih belum jelas apakah steroid topikal yang dioleskan ke area eksim kronis akan mencegahnya kambuh lagi.

Lalu, risiko penggunaan steroid topikal kronis pada kulit yang sehat pun meningkat.

Casselman juga mengingatkan agar kita tak menunggu sampai gejala memburuk untuk mengobatinya.

Pasalnya, peradangan dan gatal akan terus memburuk dan bisa menjadi sangat intens jika menunda pengobatan.

Lalu, jika menanganinya sejak awal, tentu waktu timbulnya eksim akan lebih pendek, sehingga kemungkinan melakukan pengobatan dalam jangka panjang bisa dihindari.

Pengobatan baru

Ada salah satu pengobatan baru yang terlihat meyakinkan di bidang perawatan topikal, yaitu krim ruxolitinib.

Krim ini menargetkan dan menghalangi sebuah pemicu peradangan di kult yang disebut sebagai janus kinase (JAK).

Ada juga produk lain, dupilumab, sebuah obat biologis pertama untuk mengobati beberapa gejala lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Huffpost
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.