Kompas.com - 23/01/2022, 21:03 WIB

KOMPAS.com - Tren video tantangan (challenge) yang semakin banyak bermunculan di media sosial ternyata memiliki dampak yang berbahaya, terutama bagi anak-anak maupun remaja.

Salah satunya adalah video tantangan "One Chip Challenge" yang sudah muncul di berbagai platform medsos seperti TikTok dan YouTube.

Adapun video tantangan tersebut memperlihatkan orang-orang makan keripik kentang yang sangat pedas dari Paqui tanpa diperbolehkan untuk minum air putih setelahnya.

Tantangan ini pun memakan korban. Setidaknya tiga siswa sekolah menengah di California harus dirawat di rumah sakit.

"Beberapa siswa dari Lodi High School mendapatkan perawatan medis usai memakan keripik kentang yang dicampur lada sebagai bagian dari One Chip Challenge."

Baca juga: Hati-hati, Tren Challenge di Medsos Umbar Data Pribadi Tanpa Sadar

 

Demikian kata Kepala Sekolah Lodi High School, Adam Auerbach kepada Insider.

Menurut dia, setiap siswa yang terlibat dalam tantangan itu memiliki reaksi yang sama yakni kesulitan bernapas. Ada pula yang disertai dengan muntah-muntah.

Karena kejadian ini, Auerbach pun mengirim pesan kepada para orangtua bahwa sejumlah siswa telah dipulangkan.

Mereka lantas dirujuk ke ruang gawat darurat karena reaksi terhadap keripik tersebut.

Sementara itu, dalam keterangan di website resmi Paqui, keripik kentang tersebut ternyata berisi Carolina Reaper dan Scorpion peppers yang dikategorikan sebagai cabai terpedas di dunia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.