Kompas.com - 01/05/2022, 22:31 WIB

KOMPAS.com - Menjadi seorang ibu tentu bukan hal mudah, terutama di pagi hari, saat-saat tersibuk dalam hidupnya.

Pada waktu tersebut, seorang ibu harus mempersiapkan anaknya untuk pergi ke sekolah, namun di saat yang sama, juga perlu bersiap-siap untuk bekerja.

Terkadang, masalah akan diperparah saat anak tak ingin bangkit dari temoat tidur, tidak mau makan sarapan yang disiapkan atau hal lain yang memperlambat dirinya sendiri.

Akibatnya, ibu bisa merasa frustasi dan mulai membentak dan berteriak pada anak.

Padahal, membentak dan berteriak bukanlah cara baik untuk memulai hari.

Baca juga: 5 Cara Mendisiplinkan Anak tanpa Membentak

Semua orang yang mendengarnya kemungkinan akan menjalani hari yang buruk akibat kejadian di pagi hari itu.

Mengomel dan meneriaki anak pun tak akan memiliki pengaruh baik bagi anak atau akan membuatnya bergerak lebih cepat.

Bahkan, ada banyal hal negatif yang tidak kita sadari terjadi ketika berteriak pada anak.

Respons psikologis anak 

Menurut Fatherly, ada perubahan psikologis dan biologis yang terjadi di benak anak-anak saat kita membentak anak.

Semakin muda umur anak, semakin besar dampaknya. Membentak anak hanya akan membuat timbulnya respons lawan, lari, atau diam dari anak.

Artinya, saat kita membenak anak di pagi hari, anak akan membalasnya dengan balik melawan atau diam, dan hal ini tak akan membuat masalah selesai lebih cepat.

Pemikiran yang berbeda dengan orang dewasa

Orang dewasa tentu paham soal tanggung jawabnya dan semua orang perlu meninggalkan rumah untuk beraktivitas di waktu-waktu tertentu.

Namun, anak-anak, terutama yang masih kecil, belum berpikir demikian.

Mengutip Imperfect Families, anak mungkin belum memiliki rasa urgensi yang sama seperti kita.

Baca juga: Orangtua Sering Membentak Anak, Ini 6 Dampak Buruknya

Untuk itu, kita tak perlu terlalu terburu-buru dan memaksa anak secara kasar hingga membentaknya.

Anak remaja biasanya mulai memiliki pendapat sendiri dan enggan menyimak nasihat orangtuanyaPexels/ Monstera Anak remaja biasanya mulai memiliki pendapat sendiri dan enggan menyimak nasihat orangtuanya

Namun solusinya, orangtua lah yang harus mencoba untu bergerak sedikit lebih tenang.

Ingat, jika kita menghabiskan banyak waktu untuk membentak anak untuk bersiap-siap dan keluar dari rumah, artinya kita sendiri telah membuang-buang waktu.

Jadi, cobalah memperlambat lingkungan sedikit saja dan pagi hari mungkin akan sedikit lebih baik.

Perilaku membentak anak tidak memperlihatkan kerjasama tim

Keluarga adalah tentang kerja tim antara orangtua dan anak.

Ketika kita membentak dan berteriak pada anak, kita merusak ikatan yang dimiliki dengan buah hati.

Menurut Parents, saat anak-anak dimarahi, hal itu dapat menghambat ikatan antara orang tua dan anak serta dapat membuat kerja tim menjadi kabur.

Perku diketahui, saat ikatan antara ibu dan anak rusak, kemungkinan besar itu hanya akan semakin membuat anak sulit diajak kerjasama dan diatur.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Tantrum pada Anak, Orangtua Tidak Perlu Marah-marah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.