Kompas.com - 03/05/2022, 20:20 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Mungkin sejauh ini kita berpikiran kalau kepuasan bercinta hanya dapat diraih ketika mencapai orgasme.

Padahal menakar hubungan seks lebih dari itu. Ada istilah seks tantra yang mencari kepuasan saat bercinta, dan orgasme bukanlah tujuan utamanya.

Melansir News18, konsep seks tantra berasal dari ide-ide seputar tantra, yang berfokus pada sisi spiritualisme.

Seks tantra bersifat lambat dan meditatif, yang mana tujuan akhirnya bukanlah orgasme, melainkan perjalanan seksual dan eksplorasi yang dirasakan tubuh masing-masing pasangan.

Tujuan dari metode ini adalah menggerakan energi sensual ke seluruh tubuh yang bermanfaat dalam penyembuhan, seperti yoga.

Tantra lebih mengandalkan pada kesadaran dan spiritual. Ketika berlatih tantra, maka pikiran akan lebih selaras dengan tubuh. Artinya, kita dapat merasakan kesenangan atau kepuasan dalam bercinta.

Baca juga: Berapa Lama Durasi Hubungan Seks yang Ideal?

Bukan meraih orgasme dengan cepat

Seks tantra lebih banyak menggunakan metode untuk memperpanjang pengalaman yang intens demi kepuasan pasangan suami-istri.

Sebagai pengganti orgasme - yang bukan berfokus dalam metode ini - bisa dilakukan dengan memperpanjang foreplay selama mungkin sebelum penetrasi.

Mungkin bagi pria, hal ini sulit dilakukan. Padahal, baik pria dan wanita bisa mengupayakan dengan maksimal.

Hal tersebut tentu saja harus dilatih dengan sejumlah metode lain, seperti meditasi, latihan pernapasan dan pijatan di beberapa area tubuh.

Sejumlah manfaat yang bisa didapat ketika melakukan seks tantra dengan pasangan adalah menjalin chemistry, keselarasan spiritual dan mental sampai meningkatkan kualitas hubungan.

Baca juga: 5 Alasan Umum Mengapa Wanita Tidak Menikmati Hubungan Intim

Cara menerapkan seks tantra

Jika baru pertama kali mendengar seks tantra, mungkin beberapa hal ini sudah pernah kita terapkan ketika bercinta dengan pasangan.

Tapi sebenarnya, metode bercinta satu ini memang tidak jauh berbeda dari hubungan seks biasa.

Seks tantra memerlukan mengandalkan pengendalian diri agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk menerapkan seks tantra.

1. Mengatur suasana ruangan

Luangkan waktu untuk menyiapkan kamar yang nyaman dan nyalakan lilin aromaterapi, musik romantis serta meredupkan lampu juga dapat membantu.

Kemudian matikan semua gadget dan segala hal yang bisa menghambat aktivitas ini.

2. Rileksasi tubuh

Persiapkan diri dan pasangan dengan meditasi sebelum memasuki ruangan, atau merilekskan tubuh bisa menjadi cara yang terbaik.

3. Duduk berhadap-hadapan

Duduk saling berhadapan satu sama lain. Dalam posisi tantra ini disebut Yab-Yum.

Skin touch satu sama lain dapat meningkatkan keintiman. Tapi, jika gerakan ini dirasa terlalu canggung, kita dapat menggantinya dengan berbaring dan tatap mata pasangan.

Atur pernapasan dalam-dalam agar tubuh semakin rileks.

4. Jauhi tempat tidur

Cobalah untuk menjauhi tempat tidur. Ini bisa membuat kita cepat mengantuk, apalagi di dalam ruangan sudah ada lilin aromaterapi dan alunan musik yang romantis.

Sebagai gantinya, berbaring di lantai dan menggunakan beberapa bantal untuk memberikan suasana baru.

5. Merangsang indra

Luangkan waktu untuk merangsang keseluruhan indra pada diri sendiri dan pasangan. Tatapan mata dikatakan menjadi yang paling kuat untuk menjalin chemistry.

Untuk merangsang indra penciuman, kita dapat menggunakan minyak esensial seperti aroma bunga mawar dan melati.

6. Atur pernapasan

Setelah dirangsang oleh indra penciuman, selanjutnya kita dapat menikmati foreplay dengan irama lamban dan penuh perhatian.

Atur pernapasan bersama. Bila perlu, letakkan telapak tangan ke dada masing-masing. Lakukan ini selama dua menit.

Setelah itu, nikmati foreplay dan pengalaman intim dengan pasangan.

Cobalah dengan sentuhan lembut, belaian sampai masing-masing merasakan sensasi yang lebih "panas".

7. Lakukan semuanya dengan perlahan

Bagian terpenting dari latihan ini adalah merasakan dan mengalami segalanya secara mendalam.

Usahakan untuk tidak terburu-buru langsung penetrasi. Nikmati semuanya secara bertahap. Termasuk ketika sudah penetrasi, perlambat pernapasan ketika mendekati klimaks.

Semakin kita melakukannya pelan-pelan, maka orgasme yang lebih intens dapat kita raih bersama pasangan.

Baca juga: Tips Agar Gangguan Pencernaan Tak Halangi Hubungan Seks

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber news18
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.