Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/05/2022, 18:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber People

"Anda tidak bisa memenangkan musik. Ini tidak seperti F1."

"Saya seperti, dalam hidup saya, akan ada 10 orang lagi yang muncul dengan cara itu, dan saya hanya akan semakin jauh dari menjadi anak muda."

Baca juga: Rayakan Halloween, Harry Styles Pakai Gaun ala Dorothy Gale

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by @harrystyles

“Jadi, merasa nyaman dengan menemukan sesuatu yang lain yang membuat Anda senang. Saya baru saja menemukan itu sangat membebaskan," tambah Harry.

Perasaan rumit yang dialami Harry juga dialami saat meninggalkan One Direction pada tahun 2015 lalu.

Ia mengatakan bahwa untuk menjadi sukses, dirinya harus disukai dan memiliki perilaku yang baik.

Baca juga: Tas Wanita yang Ditenteng Harry Styles, Akankah Jadi Tren Bagi Pria?

“Selama lockdown, saya mulai memproses banyak hal yang terjadi ketika berada di band,” imbuhya.

Harry merasa harus mengorbankan banyak bagian dari dirinya supaya orang lain suka.

Tantangan yang tidak jauh berbeda juga dirasakan Harry ketika ia punya klausul dalam kontraknya bersama One Direction.

Ia mengaku, klausul tersebut membuatnya takut untuk menunjukkan perilaku terbaik setiap saat.

Namun rasa ketidaknyamanan Harry akhirnya terhapus setelah memutuskan untuk bersolo karier.

"Saya merasa bebas," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com