Kompas.com - 12/05/2022, 05:30 WIB

Pandangan psikolog soal perilaku Britney Spears

Psikolog Dr Audrey Tang dan Jo Hemmings yang berbasis di Inggris pun menanggapi perilaku Britney di media sosial.

Terlebih untuk kondisinya yang tengah hamil muda dan berani pamer foto bugil.

Kedua ahli mengatakan, itu merupakan bentuk ekspresi diri dari Britney lantaran hidupnya selama 13 tahun dikontrol sang ayah.

Kemungkinan perilaku itu adalah bagian puncak dalam konservatori selama 13 tahun yang dia rasakan. Dia tengah berjuang menata kehidupan barunya.

Dr Tang, yang juga merupakan penulis dari buku The Leader's Guide to Resilience beranggapan, perilaku ekshibisionis seperti yang dilakukan Britney bisa menjadi cara impulsif untuk mendapatkan perhatian dari penggemar.

Hal itu dikatakannya sebagai bentuk pelarian atau mengisi kekosongan akibat kehendak yang "terkungkung" sang ayah dalam kasus konservatori.

Baca juga: Britney Spears Pernah Alami Depresi Perinatal Saat Hamil, Apa Itu?

Untuk diketahui, Britney Spears memenangi kasus hukum dari konservatori tersebut. Kemenangan itu membuatnya memegang kendali penuh atas kehidupan yang dia pilih.

Termasuk soal finansial sampai keputusan medis.

Sejak saat itu, dia sangat bebas mengekspresikan soal hidupnya, mulai dari mengumumkan pertunangan, kehamilan sampai menjadi sangat vokal ketika dia merasa stres.

Sementara, psikolog Jo Hemming mengatakan, perilaku sembrono itu adalah hal yang biasa terjadi pada seseorang, ketika sudah terlalu lama "terpenjara".

"Setelah berada di bawah kendali paksa. Entah karena orangtua atau pasangan, seseorang akan sering menunjukkan perilaku reaktif," kata dia, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (11/5/2022).

Perilaku tersebut menjadi sebuah kebebasan baru untuk menebus "waktu yang hilang" selama mereka di bawah kendali seseorang yang membuatnya merasa sulit melepaskan perasaan tersebut.

Di samping itu, psikolog juga menyebut posisi Sam Asghari sebagai pasangan adalah sosok yang mungkin bisa membantu Britney dari segi kesehatan mental.

Di satu sisi, dia perlu untuk tidak meniru kontrol sang ayah. Di sisi lain, ada tanggung jawab untuk membantu Britney agar merasa lebih baik.

"Menurut saya, Britney mengumumkan kehamilan dengan cepat. Mungkin itu membuatnya merasa aman dan mengakui bahwa ada seseorang yang menganggapnya cantik dan luar biasa," ujar Dr Audrey Tang.

Baca juga: Hamil di Umur 40 seperti Britney Spears, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Meski begitu, unggahan foto telanjang di media sosial tetap digambarkan sebagai tindakan yang ceroboh.

"Itu seperti dia ingin menunjukkan keinginan yang dia bisa dan tidak dapat dilakukan sebelumnya," kata Tang.

"Tapi, tentu saja hal itu masih membutuhkan persetujuan dan dukungan dari penggemar. Britney menunjukkan rasa rendah diri dalam foto itu."

"Dia membutuhkan penghargaan atau ingin dihargai selama masa konservatori."

Terlebih masalah konservatori seolah membuatnya "disandera" saat kariernya tengah memuncak. Sehingga, "kegilaan" yang dilakukan Britney baru muncul belakangan ini.

Belum lagi seorang Britney Spears tumbuh dewasa di tengah kepopuleran sebagai bintang pop sepanjang masa.

Ketika ada satu hal yang belum terwujud. Tentu hal-hal gila bisa terjadi ketika dirinya sudah merasa bebas.

Kemungkinan yang ada dalam pikiran Britney saat pamer foto bugil itu adalah jika mengunggah sesuatu yang membuat dirinya disukai lagi, menarik perhatian lagi dan banyak yang suka. Dia akan melakukannya.

"Masalahnya adalah dia tidak bisa melakukan itu dari dulu. Ketika sekarang semuanya terasa aman, dia mencoba dan berperilaku reaktif."

"Ini seperti krisis paruh baya." ungkap Dr Tang.

Para psikolog mengatakan, Britney mungkin masih belum siap mendengarkan saran apa pun dari para psikolog atau terapis, sampai dia membuat masalah yang akibat perilakunya sendiri.

Baca juga: Britney Spears Umumkan Kehamilan, Sempat Dilarang Punya Anak

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.