Kompas.com - 13/05/2022, 05:59 WIB
|
Editor Wisnubrata

Sebab, menurut Retno, paparan dari lingkungan kantor bisa jadi terbawa ketika orangtua pulang ke rumah. Dan hal itu memengaruhi imunitas anak.

"Lalu ada agen pembawa penyakit, yaitu bakteri, virus, parasit, jamur, radikal bebas, dan lain-lain. Pengelolaan faktor risiko ini harus dilakukan secara simultan untuk memutus rantai penularan," katanya.

Semakin rendah tingkat imunitas, semakin tinggi risiko pasien untuk mengalami peningkatan gejala hepatitis akut.

"Jika kita menang melawan virus, tubuh kita tidak ada masalah, virus tidak sampai masuk ke gejala klinis," tutur wanita itu.

"Tapi kalau imun tubuh kita kalah, maka itu bisa menjadi gejala klinis."

Baca juga: Cegah Hepatitis Akut pada Anak, Orangtua Harus Bagaimana?

Berdasarkan data dari UK Health Security Agency yang dirilis pada 6 Mei 2022, gejala klinis hepatitis meliputi:

  • Kuning pada mata dan kulit (71,2 persen)
  • Muntah (62,7 persen)
  • BAB berwarna pucat (50 persen)
  • Letargi atau kelelahan (50 persen)
  • Diare (44,9 persen)
  • Sakit perut (41,5 persen)
  • Demam (30,5 persen)
  • Masalah pernapasan (18,6 persen)

Jika gejala hepatitis terbilang ringan, seperti mual, muntah, diare atau demam, anak bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan primer, kata Retno.

"Tetapi jika sudah gejala lanjut, kencing berwarna seperti teh dan BAB pucat, kita harus melakukan rawat inap."

"Apalagi kalau hepatitis fulminan, akan dibawa ke ICU. Kita tidak ingin sampai ke situ," tambah dia.

Demi mencegah hepatitis akut, lanjut Retno, meningkatkan imunitas anak merupakan langkah yang bisa diambil orangtua.

"Kita cegah dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga sanitasi lainnya," sebut Retno.

"Tetapi kalau sudah telanjur masuk ke tubuh, kita tingkatkan imun tubuh kita dengan mencuci tangan, asupan nutrisi, kebugaran, dan istirahat yang cukup."

Baca juga: Cegah Hepatitis Akut Misterius, 7 Cara Membiasakan Anak Mencuci Tangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.