Kompas.com - 27/05/2022, 10:27 WIB

KOMPAS.com – Membesarkan anak yang pernah merasakan peristiwa traumatis merupakan tantangan bagi orangtua.

Apalagi jika anak benar-benar sulit berdamai dengan pengalaman masa lalunya yang menimbulkan kengerian bahkan kepanikan.

Menurut Pusat Pencegahan dan Penanganan Trauma Northwestern University Feinberg School of Medicine, AS, beberapa faktor bisa membuat anak trauma.

Misalnya peristiwa yang menakutkan, berbahaya, penuh kekerasan, atau mengancam jiwa pada usia 0-18 tahun.

Peristiwa traumatis yang dibiarkan terus-menerus tentu mengakibatkan ketidaknyamanan bagi anak.

Baca juga: 8 Langkah Healing untuk Hilangkan Trauma Masa Kecil

Supaya bisa diatasi, psikolog anak Kate Eshleman, PsyD asal Cleveland Clinic punya beberapa panduan yang dapat diikuti orangtua.

Berikan ruang bagi anak

Sebelum membicarakan peristiwa traumatis, orangtua dan anak disarankan untuk mempersiapkan diri terlebih dulu.

“Penting untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang tragedi,” kata Eshleman.

Eshleman menyarankan orangtua supaya tidak memaksa anak berbicara sampai ia siap.

Orangtua juga bisa menilik tanda apa saja yang diakibatkan oleh peristiwa trauma pada anak, seperti:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.